Example floating
Example floating
Example 728x250
BencanaBeritaDaerahParigi MoutongPeristiwaSulawesi Tengah

Parigi Moutong Siaga Darurat Usai 22 Kasus Karhutla Terjadi dalam Sebulan

×

Parigi Moutong Siaga Darurat Usai 22 Kasus Karhutla Terjadi dalam Sebulan

Sebarkan artikel ini
Kebakaran lahan di Parigi Moutong. ASET: IST.

KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Kabut asap dan ancaman api kian menghantui Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan 22 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meledak hanya dalam kurun waktu satu bulan terakhir, terhitung sejak Januari hingga awal Februari 2026.

Merespons eskalasi ancaman tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong resmi menetapkan status Siaga Darurat Karhutla. Status ini berlaku sejak Kamis, 29 Januari hingga akhir Februari mendatang.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, mengungkapkan bahwa intensitas kebakaran terus meningkat. Sepanjang Januari tercatat 15 kejadian, sementara tujuh titik api lainnya baru saja pecah di awal Februari ini.

Baca Juga:  Tangani Karhutla di Avolua-Uevolo, Pemkab Parigi Moutong Siapkan Dana BTT

“Laporan karhutla terkini terjadi di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, dengan luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 20 hektare,” ujar Rivai saat memberikan keterangan, Senin (2/2/2026).

Kondisi di Desa Avolua menjadi yang paling mengkhawatirkan. Pantauan tim BPBD menunjukkan lidah api di Dusun III hanya berjarak sekitar 200 meter dari permukiman warga. Sedikitnya tiga kepala keluarga kini berada dalam ancaman langsung jika api gagal dijinakkan.

Guna menghalau laju api, bantuan dari pusat mulai dikerahkan. “Pihak Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kemenhut mengirimkan lima personel Tim Manggala Agni untuk membantu pemadaman,” kata Rivai.

Baca Juga:  Terima Audiensi DPD IMM, Mamun Amir : Jaga Nama Baik Sulawesi Tengah

Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Tim Reaksi Cepat (TRC), dan Manggala Agni tengah berjibaku melakukan pemadaman serta pendinginan (mopping-up) untuk memastikan api tidak merembet ke rumah penduduk.

Meningkatnya kasus karhutla ini ditengarai akibat kombinasi kemarau panjang dan aktivitas pembukaan lahan yang serampangan. Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4/46/BPBD yang berisi instruksi keras kepada camat hingga kepala desa untuk memantau ketat wilayahnya.

Baca Juga:  Dihantam Banjir, Jalur Trans di Desa Uevolo Kecamatan Siniu Terganggu

Dalam edaran tersebut, pelaku usaha dilarang keras membakar sampah di area terbuka yang berdekatan dengan hutan. Masyarakat juga diminta menghentikan praktik pembersihan lahan dengan cara dibakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

“Jika masyarakat menemukan indikasi kebakaran, segera melapor kepada aparat setempat,” tegas Rivai.

Pemerintah daerah telah menyiagakan layanan darurat yang dapat dihubungi melalui Call Center BPBD di nomor 117 (bebas pulsa) atau layanan pemadam kebakaran di masing-masing wilayah (Parigi: 0822-9116-5911; Tolai: 0813-1887-1119; Moutong: 0813-1886-1119).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *