KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, menerima bantuan logistik dan peralatan pemadaman dari pemerintah daerah, Rabu (18/2/2026). Bantuan tersebut menyasar masyarakat di Desa Toboli, Avolua, dan Sakina Jaya yang mengalami kerugian akibat kebakaran dalam beberapa waktu terakhir.
Penyaluran bantuan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong dengan dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan yang diberikan berupa tiga unit SCBA, dua unit fleksibel tank lengkap dengan mesin alkon, satu unit motor fire guard, serta 100 paket sembako bagi warga terdampak.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, menyampaikan bahwa sejak Januari hingga awal Februari 2026 tercatat 27 kasus karhutla dengan total luasan terdampak sekitar 200 hektare.
“Hampir 75 persen kejadian karhutla di Parigi Moutong terjadi di Kecamatan Parigi Utara, dengan luasan sekitar 147 hektare,” ujar Rivai saat penyerahan bantuan di aula Kantor Camat Parigi Utara.
Dari total tersebut, sekitar 96,7 hektare merupakan lahan perkebunan berbagai komoditas pertanian. Di Desa Avolua tercatat 76,7 hektare lahan terbakar dan di Desa Toboli sekitar 20 hektare. Sementara karhutla terbaru terjadi pada 5 Februari 2026 di Desa Sakina Jaya seluas 10 hektare, dengan 5 hektare di antaranya merupakan lahan perkebunan warga.
Rivai menambahkan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Parigi Moutong masih berada dalam masa kekeringan sehingga potensi karhutla tetap tinggi.
“Kami akan memasang pengumuman imbauan kepada masyarakat, termasuk agar berhati-hati membuang puntung rokok sembarangan,” katanya.
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menunda aktivitas pembakaran lahan.
“Diperkirakan hujan baru turun sekitar bulan Maret. Kalau api sudah besar dan ditambah angin, akan sangat sulit dipadamkan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada personel gabungan, termasuk TNI dan Polri, yang telah membantu penanganan karhutla di lapangan.
“Terima kasih juga kepada Pak Kalak yang sudah menjemput bantuan ke pusat dan berupaya mencari dukungan untuk Parigi Moutong,” ujarnya.
Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah pemulihan dengan mendata lahan pertanian terdampak untuk direvitalisasi.
“Pemerintah siap membantu merevitalisasi kebun masyarakat yang terbakar,” katanya.
Kepala Desa Avolua, Tamsil, mengingatkan bahwa kerusakan hutan akibat kebakaran berpotensi menimbulkan bencana lanjutan.
“Hutan sudah gundul akibat terbakar. Tidak menutup kemungkinan ke depan akan terjadi banjir,” ujarnya.
Sementara itu, seorang petani terdampak, Arwan, mengaku kehilangan sumber penghidupan akibat kebakaran yang menghanguskan lahannya.
“Lahan saya sekitar dua hektare, ada kelapa dan cokelat. Itu satu-satunya penghidupan saya. Anak saya tahun depan masuk kuliah. Tolong Pak Bupati, kami ini orang susah,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada aparat berwenang.
“Kita hadapi persoalan ini dengan tenang. Pemerintah tidak menutup mata, tapi mari biarkan hukum yang berbicara,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan karhutla dan pemulihan dampak bagi masyarakat dapat berjalan terpadu dan berkelanjutan.














