KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Hasil skrining narkoba yang digelar di Kabupaten Parigi Moutong menunjukkan masih adanya peserta yang memerlukan pemeriksaan lebih mendalam. Dari total 1.108 orang yang mengikuti tes, sebanyak 31 peserta teridentifikasi pada tahap awal sehingga akan menjalani asesmen sebagai dasar penentuan langkah penanganan selanjutnya.
Proses tindak lanjut tersebut menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Poso yang dipimpin Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, di Ruang Rapat Wakil Bupati, Senin 3 Agustus 2026. Hadir dalam pertemuan itu Kepala BNNK Poso Praditya Mahayana, Konselor Adiksi Ahli Muda, Penata Pemberantasan, perwakilan organisasi perangkat daerah, serta instansi terkait.
Dalam kesempatan itu, Abdul Sahid menjelaskan bahwa pemeriksaan narkoba menyasar berbagai kalangan, mulai dari pelajar, aparatur sipil negara (ASN), hingga unsur masyarakat lainnya. Hasil skrining awal menunjukkan sebagian peserta memerlukan pemeriksaan lanjutan sebelum ditentukan bentuk penanganannya.
“Pemeriksaan narkoba telah dilakukan terhadap 1.108 peserta. Dari jumlah tersebut, 31 orang terindikasi positif menggunakan zat yang memerlukan pemeriksaan lanjutan melalui proses asesmen,” ujar Abdul Sahid.
Menurut penjelasan BNNK Poso, hasil skrining belum dapat dijadikan dasar untuk menetapkan seseorang sebagai penyalahguna narkotika. Seluruh peserta yang terindikasi akan menjalani asesmen komprehensif guna mengetahui tingkat penggunaan, tingkat ketergantungan, sekaligus menentukan apakah yang bersangkutan lebih tepat menjalani rehabilitasi atau bentuk penanganan lainnya.
Berdasarkan identifikasi sementara, zat yang terdeteksi didominasi golongan methamphetamine, disertai beberapa jenis zat lain yang masih harus dipastikan melalui uji laboratorium. Dari hasil evaluasi awal, sebagian besar peserta yang terindikasi diperkirakan masih berada pada kategori yang berpeluang mengikuti program rehabilitasi.
Abdul Sahid menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong akan terus memperkuat kolaborasi dengan BNNK Poso sebagai bagian dari upaya menekan penyalahgunaan narkotika, baik di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mendukung penuh langkah BNNK dalam menyelamatkan generasi muda dan aparatur pemerintah dari ancaman penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan deteksi dini seperti tes narkoba dapat dilakukan secara berkesinambungan sebagai langkah preventif. Menurutnya, selain membantu mengidentifikasi potensi penyalahgunaan sejak awal, kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjauhi narkotika demi menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif.













