Example floating
Example floating
Example 7970x250
Parigi MoutongReligi

Pawai Ogoh-Ogoh Jadi Simbol Harmoni, Bupati Ajak Perkuat Toleransi

×

Pawai Ogoh-Ogoh Jadi Simbol Harmoni, Bupati Ajak Perkuat Toleransi

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase secara resmi melepas Pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi di Desa Tolai, Kecamatan Torue. ASET: Istimewa

KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, secara resmi melepas pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang digelar di Desa Tolai, Kecamatan Torue, Rabu 18 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada umat Hindu serta seluruh panitia yang telah berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan tradisi budaya tersebut. Ia menilai, pelaksanaan pawai Ogoh-Ogoh tidak hanya menjadi bagian dari perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai wujud kebersamaan dan kreativitas masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada umat Hindu dan seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan penuh semangat dan kekompakan,” ujarnya.

Baca Juga:  Sekda Parigi Moutong Imbau ASN Tetap Netral Jelang PSU 16 April 2025

Bupati menjelaskan, Ogoh-Ogoh memiliki makna filosofis yang mendalam sebagai simbol pembersihan diri dari sifat-sifat negatif, sekaligus upaya menuju kehidupan yang lebih harmonis dan seimbang. Nilai tersebut dinilai sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.

“Pawai Ogoh-Ogoh bukan sekadar tradisi, tetapi juga mengandung pesan moral tentang pentingnya penyucian diri dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan sosial,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas di bidang seni dan budaya, tanpa meninggalkan nilai-nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga:  DWP Parigi Moutong Diharapkan Jadi Pelopor Kemajuan Perempuan dan Keluarga

Ia berharap momentum perayaan Nyepi dapat dimanfaatkan sebagai sarana introspeksi diri sekaligus memperkuat toleransi antarumat beragama di daerah.

“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya melestarikan budaya leluhur, tetapi juga mempererat persatuan dan kesatuan antar umat beragama di Kabupaten Parigi Moutong,” tambahnya.

Bupati juga mengingatkan seluruh peserta pawai untuk tetap menjaga ketertiban, keamanan, serta kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung, agar acara dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Jaga ketertiban, keamanan, serta kebersihan lingkungan agar kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan kesan positif bagi semua,” pesannya.

Baca Juga:  Tim Panelis Cek Penerapan Program Aksi Korvegensi Percepatan Penurunan Stunting di Parigi Moutong

Di akhir sambutan, Bupati menyampaikan ucapan selamat menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 kepada seluruh umat Hindu di Kabupaten Parigi Moutong.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dan tokoh, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah sekaligus Ketua PHDI Parigi Moutong I Nyoman Slamet, Ketua DPRD Parigi Moutong Alfres M. Tinggiroh, Kapolres Parigi Moutong AKBP Dr. Hendrawan A.N., S.I.K., M.H., Anggota DPRD sekaligus Ketua WHDI Parigi Moutong Ni Wayan Leli Pariani, Sekretaris Daerah Zulfinasran, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Enang, Plt. Kepala Dinas Kominfo Hairudin, serta Camat Torue Niluh Elisabet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *