Example floating
Example floating
Example 7970x250
KesehatanParigi Moutong

Investasi Rp1,3 Miliar, RSUD Anuntaloko Tingkatkan Layanan Bedah Saraf Berteknologi Tinggi

×

Investasi Rp1,3 Miliar, RSUD Anuntaloko Tingkatkan Layanan Bedah Saraf Berteknologi Tinggi

Sebarkan artikel ini
Plt. Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan. ASET: IST

KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terus dilakukan RSUD Anuntaloko Parigi melalui penguatan fasilitas medis berteknologi tinggi. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menghadirkan perangkat neurosurgical drill system atau bor kraniotomi modern untuk menunjang tindakan bedah saraf, sehingga proses operasi dapat berlangsung lebih cepat, presisi, dan aman bagi pasien.

Investasi alat kesehatan senilai Rp1,3 miliar tersebut menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan spesialistik yang semakin lengkap. Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan tenaga medis dalam menangani berbagai kasus cedera kepala maupun gangguan pada jaringan otak tanpa harus merujuk pasien ke rumah sakit di luar daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, mengatakan pengadaan alat tersebut merupakan salah satu bentuk peningkatan mutu pelayanan yang terus dilakukan rumah sakit, khususnya pada layanan bedah saraf.

Baca Juga:  Investor Asal Malaysia Bakal Investasi Komoditas Durian di Parigi Moutong

“Kami terus berupaya melengkapi fasilitas pelayanan kesehatan agar masyarakat dapat memperoleh penanganan yang optimal. Kehadiran bor kraniotomi modern ini memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap proses tindakan operasi,” ujar Irwan, Jumat, 26 Juni 2026.

Ia menjelaskan, sebelum memiliki perangkat terbaru tersebut, tindakan kraniotomi masih menggunakan bor manual yang nilainya sekitar Rp300 juta. Meskipun dapat digunakan, alat tersebut memerlukan waktu operasi yang relatif lebih lama dibandingkan teknologi yang kini dimiliki rumah sakit.

Menurut Irwan, pemanfaatan bor kraniotomi modern mampu memangkas durasi operasi secara signifikan. Jika sebelumnya tindakan pembedahan dapat berlangsung hingga hampir 12 jam, kini waktu operasi rata-rata dapat diselesaikan dalam kisaran delapan jam.

Baca Juga:  Tujuh Parpol Minta KPU Parimo Tidak Ikuti Putusan Mediasi Bawaslu

“Selain mempercepat proses operasi, alat ini juga memberikan tingkat presisi yang lebih baik sehingga membantu tim dokter bekerja lebih efektif selama tindakan berlangsung,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, manfaat teknologi tersebut telah dirasakan oleh sejumlah pasien yang membutuhkan penanganan bedah saraf. Salah satunya adalah pasien korban kecelakaan akibat tertimpa pohon yang berhasil mendapatkan tindakan operasi menggunakan peralatan tersebut.

Tidak hanya melayani masyarakat Kabupaten Parigi Moutong, layanan bedah saraf RSUD Anuntaloko juga telah menjadi rujukan bagi pasien dari berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah.

“Beberapa waktu lalu kami juga menangani pasien rujukan dari Kabupaten Tolitoli yang menjalani operasi kraniotomi di RSUD Anuntaloko menggunakan alat ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa layanan kami semakin dipercaya sebagai rumah sakit rujukan regional,” ungkap Irwan.

Baca Juga:  Patroli Subuh Polsek Bolano Lambunu Cegah Balapan Liar Remaja

Menurutnya, peningkatan fasilitas medis merupakan bagian dari strategi rumah sakit untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, berkualitas, dan merata bagi masyarakat.

“Harapan kami, masyarakat yang mengalami cedera kepala maupun gangguan intrakranial bisa mendapatkan penanganan terbaik di daerah sendiri, sehingga tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk memperoleh layanan bedah saraf,” pungkasnya.

Dengan dukungan teknologi medis yang semakin modern, RSUD Anuntaloko Parigi optimistis mampu terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *