KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Meningkatnya jumlah peserta Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Parigi Moutong mendorong RSUD Anuntaloko Parigi melakukan penyesuaian layanan rawat inap. Salah satu langkah yang disiapkan manajemen rumah sakit adalah mengoptimalkan pemanfaatan ruang perawatan dengan mengalihfungsikan ruang VIP B menjadi ruang perawatan bagi pasien prioritas UHC kelas I ketika kapasitas ruang rawat inap mengalami kepadatan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi rumah sakit dalam menjaga kelancaran pelayanan kesehatan di tengah tingginya angka kunjungan pasien. Dengan memanfaatkan fasilitas yang selama ini belum terisi secara maksimal, rumah sakit berharap seluruh peserta UHC tetap dapat memperoleh layanan tanpa harus menunggu ketersediaan tempat tidur.
Selaku Plt. Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, menyampaikan kebijakan tersebut saat menghadiri Forum Komunikasi bersama BPJS Kesehatan dan tenaga kesehatan di Parigi, Senin 22 Juni 2026.
“Saat ini tingkat kepesertaan UHC aktif di Kabupaten Parigi Moutong telah mencapai sekitar 90 persen. Kondisi ini tentu berdampak pada meningkatnya kebutuhan pelayanan, terutama ketersediaan ruang rawat inap,” ujar Irwan.
Menurutnya, semakin luas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional menjadi tantangan tersendiri bagi rumah sakit dalam memastikan seluruh pasien memperoleh pelayanan yang cepat dan berkualitas.
Karena itu, manajemen RSUD Anuntaloko melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan seluruh ruang perawatan, termasuk ruang VIP B yang selama ini memiliki tingkat hunian relatif lebih rendah dibandingkan ruang rawat inap lainnya.
“Apabila ruang perawatan kelas I sudah penuh, pasien prioritas UHC akan kami tempatkan sementara di ruang VIP B agar pelayanan tidak tertunda. Prinsip kami adalah memastikan pasien tetap mendapatkan tempat perawatan sesuai kebutuhan medisnya,” jelasnya.
Irwan menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan sekadar pemindahan fungsi ruangan, melainkan bagian dari optimalisasi aset rumah sakit agar seluruh fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan pelayanan masyarakat.
Ia menambahkan, peningkatan jumlah peserta UHC harus diimbangi dengan kesiapan sarana dan prasarana, sehingga rumah sakit mampu memberikan pelayanan yang cepat, aman, dan berkualitas kepada seluruh pasien.
“Kami terus berupaya melakukan penyesuaian layanan sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat. Optimalisasi ruang perawatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta UHC maupun pasien lainnya,” ungkap Irwan.
Melalui langkah tersebut, RSUD Anuntaloko Parigi berharap pelayanan rawat inap dapat berlangsung lebih efektif, mengurangi risiko penumpukan pasien, serta memastikan seluruh peserta UHC tetap memperoleh hak pelayanan kesehatan secara optimal.
“Harapan kami, setiap pasien yang datang bisa segera mendapatkan ruang perawatan tanpa harus menunggu terlalu lama. Itu menjadi komitmen kami dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSUD Anuntaloko,” pungkasnya.














