Sulawesi Tengah

Inflasi Sulawesi Tengah Stabil, Sektor Pariwisata dan Ekspor Alami Pertumbuhan Positif

×

Inflasi Sulawesi Tengah Stabil, Sektor Pariwisata dan Ekspor Alami Pertumbuhan Positif

Sebarkan artikel ini


KUTORA.ID, Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menghadiri kegiatan Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng, bertempat di Ruang Video Conference Kantor BPS Sulawesi Tengah, Selasa 1 Juli 2025.

Plt. Kepala BPS Sulawesi Tengah, Imron Taufiq J. Musa, melaporkan bahwa inflasi bulanan (month-to-month) pada Juni 2025 tercatat sebesar 0,05 persen, inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 2,47 persen, dan inflasi tahun berjalan (year-to-date) sebesar 2,57 persen.

Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi secara bulanan, dengan andil 0,10 persen. Komoditas utama pemicu inflasi antara lain: beras, bawang merah, emas perhiasan, bayam, hand body lotion, jagung manis, dan sabun mandi.

Baca Juga:  Adrian Atlet Renang Sumbang Medali Pertama Untuk Sulteng di PON 2024

Secara tahunan, tiga kelompok utama penyumbang inflasi adalah:

Kegiatan Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng. ASET: Humas Pemprov Sulteng

1. Makanan, Minuman, dan Tembakau – 1,12 persen (ikan layang, kopi bubuk, minyak goreng)

2. Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya – 0,64 persen (emas perhiasan, pasta gigi, hand body lotion)

3. Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran – 0,25 persen (ikan goreng, nasi lauk, kue kering)

Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Tengah pada Juni 2025 berada di angka 115,21, turun 2,50 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini turut memengaruhi Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) yang turun 2,41 persen.

Untuk transportasi, jumlah penumpang angkutan udara tercatat sebanyak 92.051 orang, turun 15,32 persen dibanding April 2025. Sementara penumpang angkutan laut mencapai 13.335 orang.

Baca Juga:  Optimis Bisa Capai Target Penurunan Stunting, PKK Sulteng Optimalkan Peran Kader

Sektor pariwisata menunjukkan tren positif. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) asal Sulteng mencapai 896,58 ribu perjalanan (naik 14 persen y-on-y), sementara perjalanan wisnus menuju Sulteng tercatat 914,26 ribu perjalanan (naik 12,25 persen y-on-y).

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang naik menjadi 48,97 persen, meningkat 4,51 persen dibanding bulan sebelumnya. Jumlah tamu hotel mencapai 22.389 orang, terdiri dari 22.280 tamu domestik dan 109 tamu mancanegara.

Nilai ekspor Sulawesi Tengah pada Mei 2025 tercatat US$1.968,45 juta, naik dibandingkan Mei 2024. Komoditas utama adalah besi dan baja (65,3 persen dari total ekspor), dengan tujuan ekspor terbesar ke Tiongkok sebesar US$771,33 juta.

Baca Juga:  Diskominfosantik Dukung Penguatan Disiplin ASN Melalui Sidak BKD Sulteng

Sementara itu, impor turun menjadi US$863,07 juta, atau turun US$102,87 juta dari tahun sebelumnya. Komoditas impor terbesar adalah bahan bakar mineral senilai US$185,3 juta.

Asisten II Setda Sulteng, Rudi Dewanto, menyampaikan apresiasi atas kontribusi BPS dalam menyediakan data akurat dan terpercaya.

“Data BPS sangat strategis dalam mendukung pengambilan kebijakan pemerintah daerah. Kami akan terus mendorong sinergi antara data dan kebijakan untuk mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam keterbukaan informasi publik serta pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam memastikan arah pembangunan Sulawesi Tengah tetap pada jalurnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *