KUTORA.ID, Banggai – Kabupaten Banggai kembali menunjukkan dominasinya sebagai daerah dengan capaian investasi tertinggi di Sulawesi Tengah. Berdasarkan data Online Single Submission (OSS) yang dirilis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banggai, realisasi investasi pada periode Januari–September 2025 telah mencapai Rp2,19 triliun, menjadi angka tertinggi yang pernah dibukukan daerah tersebut.
Pencapaian ini disampaikan Bupati Banggai, Amirudin, saat membuka Bimbingan Teknis Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko untuk pelaku usaha Koperasi Merah Putih, di Estrella Hotel & Conference Center, Luwuk Selatan, Jumat 14 November 2025.
“Alhamdulillah, capaian investasi tahun ini menjadi sejarah baru bagi Banggai. Angka ini belum pernah kita raih sebelumnya,” tutur Bupati.
Bupati Amirudin mengungkap, keberhasilan investasi bukan hal yang baru bagi Banggai. Pada 2024, daerah berjuluk Kota Minyak itu bahkan telah melampaui target nasional Rp800 miliar yang dipatok Kementerian BKPM.
Dengan realisasi Rp1,2 triliun atau 103 persen, Banggai menjadi kabupaten dengan capaian tertinggi di Sulawesi Tengah pada tahun tersebut.
Secara rinci, nilai investasi itu terwujud dalam:
- 2.489 proyek usaha
- 1.694 tenaga kerja baru terserap
Bupati menyebut, kemajuan ini tidak lepas dari kemudahan perizinan dan iklim investasi yang semakin kondusif.
Kepala DPMPTSP Banggai, Yunus L. Kurapa, menjelaskan bahwa peran pelaku usaha dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sangat penting untuk menjaga tren positif tersebut.
“Kami terus mendorong pelaku usaha aktif melapor, karena ini berpengaruh langsung pada pencatatan realisasi investasi,” ujar Yunus.
Ia menegaskan, pelayanan perizinan kini semakin mudah, cepat, dan bebas biaya. Bahkan, DPMPTSP menurunkan tim ke desa-desa untuk memberikan layanan langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil.
Dalam kegiatan yang dihadiri para pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Bupati Amirudin turut menegaskan pentingnya koperasi menentukan arah usaha sejak awal.
“Pemerintah hadir untuk mendukung penuh koperasi ini – mulai dari pendanaan, fasilitas, hingga pelatihan. Karena itu, legalitasnya harus dipersiapkan sejak sekarang,” ujarnya.
Bupati optimistis keberadaan KDKMP menjadi kekuatan ekonomi baru bagi desa dan kelurahan.
“Koperasi yang sehat akan mendorong perputaran ekonomi di tingkat akar rumput,” tegasnya.












