Parigi MoutongReligi

Resmikan GKST Siloam Silutung, Bupati Parimo Apresiasi Perjuangan Jemaat

×

Resmikan GKST Siloam Silutung, Bupati Parimo Apresiasi Perjuangan Jemaat

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, meresmikan Gereja Siloam Silutung di Desa Silutung. ASET: IST

PARIGI MOUTONG, KUTORA.ID – Kehidupan masyarakat yang rukun di tengah perbedaan agama menjadi salah satu pesan utama Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, saat menghadiri penahbisan dan peresmian Gedung Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Jemaat Siloam Silutung di Desa Silutung, Kecamatan Tinombo Selatan, Jumat 30 Oktober 2026.

Dalam momentum tersebut, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memelihara persaudaraan, memperkuat sikap saling menghormati, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun daerah.

Menurut Erwin, Kabupaten Parigi Moutong memiliki masyarakat dengan latar belakang agama, suku, budaya, dan adat istiadat yang berbeda. Kondisi tersebut merupakan kekayaan yang harus dijaga melalui komunikasi, kerja sama, dan kepedulian antarsesama.

“Perbedaan keyakinan hendaknya tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama dan saling membantu. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan yang memperkokoh persaudaraan kita sebagai anak bangsa dan masyarakat daerah,” tegasnya.

Baca Juga:  Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disampaikan, Bupati Paparkan Kinerja Keuangan Daerah

Ia juga mengajak tokoh agama, pengurus lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, serta seluruh warga untuk terus membangun hubungan yang baik dengan pemerintah. Peran mereka dinilai penting dalam menjaga suasana aman dan damai, sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung pelaksanaan pembangunan.

Kehadiran Bupati dalam peresmian rumah ibadah tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kehidupan keagamaan masyarakat. Erwin menyampaikan penghargaan kepada Jemaat GKST Siloam Silutung yang berhasil menyelesaikan pembangunan gedung gereja setelah melalui proses panjang sejak 1996.

Pembangunan yang berlangsung kurang lebih 30 tahun itu, menurutnya, mencerminkan besarnya kesabaran dan pengorbanan seluruh pihak. Penyelesaian gedung tersebut tidak terlepas dari kontribusi panitia pembangunan, pimpinan gereja, para donatur, masyarakat, serta dukungan Pemerintah Desa Silutung.

“Proses pembangunan gereja ini memakan waktu yang cukup lama, yakni dari tahun 1996 atau kurang lebih 30 tahun. Tentunya ada banyak cerita perjuangan, pengorbanan tenaga, pikiran, dan materi di dalamnya. Patutlah kita memberikan penghargaan kepada panitia, pimpinan gereja, donatur, serta seluruh pihak yang berkontribusi, termasuk apresiasi khusus kepada Kepala Desa Silutung atas perannya yang luar biasa,” ungkap Bupati Erwin.

Baca Juga:  Tangani Karhutla di Avolua-Uevolo, Pemkab Parigi Moutong Siapkan Dana BTT

Ia menilai, selesainya pembangunan gereja bukan sekadar pencapaian dalam menghadirkan bangunan fisik. Lebih jauh, proses tersebut menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan dapat menjadi kekuatan untuk menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan waktu dan pengorbanan besar.

Bupati berharap gedung yang telah ditahbiskan itu dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai tempat pembinaan iman sekaligus sarana memperluas pelayanan kepada masyarakat. Gereja diharapkan mampu menumbuhkan nilai kasih, pengharapan, kepedulian, dan semangat membantu sesama tanpa membedakan latar belakang.

Perhatian terhadap pembinaan generasi muda juga disampaikan Erwin. Ia mengingatkan pentingnya membekali kaum muda dengan nilai keagamaan, moral, serta budaya luhur agar mampu menghadapi perkembangan zaman dengan karakter yang kuat.

Baca Juga:  Ranperda Perubahan APBD 2026 Parigi Moutong Disetujui, Tujuh Fraksi Titip Sejumlah Catatan

Generasi muda, lanjutnya, perlu mengambil peran dalam menjaga keharmonisan lingkungan dan berkontribusi terhadap kehidupan sosial maupun pembangunan daerah.

“Jadikan momentum ini sebagai awal yang baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta memperluas kontribusi gereja, sehingga gedung ini benar-benar menghadirkan damai sejahtera dan membawa berkat bagi seluruh masyarakat di Desa Silutung,” pungkasnya.

Peresmian GKST Jemaat Siloam Silutung menjadi penanda berakhirnya proses pembangunan yang telah berlangsung sejak 1996. Setelah melalui perjalanan panjang, gedung tersebut kini diharapkan menjadi tempat bertumbuhnya kehidupan rohani sekaligus ruang mempererat hubungan sosial masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap semangat persatuan yang tercermin dari pembangunan gereja tersebut dapat terus dipelihara. Dengan kerukunan dan kerja sama seluruh unsur masyarakat, kehidupan yang damai serta harmonis di tengah keberagaman diharapkan semakin kuat di Kabupaten Parigi Moutong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *