PARIGI MOUTONG, KUTORA.ID – Potensi ekonomi yang dimiliki desa-desa di Kabupaten Parigi Moutong didorong agar berkembang menjadi usaha produktif yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah daerah mengupayakan dukungan pemerintah pusat bagi penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengembangan destinasi wisata, hingga peningkatan daya saing komoditas pertanian dan perkebunan.
Langkah ini dibawa Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, dalam audiensi dengan Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal pada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Dr. H. Tabrani, M.Pd. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan kebutuhan pengembangan ekonomi desa sekaligus menjajaki dukungan program dari pemerintah pusat.
Dalam audiensi yang turut dihadiri sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) terkait itu, Pemkab Parigi Moutong menyampaikan sejumlah usulan yang diarahkan pada peningkatan kemampuan desa mengelola potensi lokal. Salah satu perhatian utama adalah pengembangan unit usaha BUMDes agar lembaga ekonomi tersebut dapat tumbuh sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing desa.
Bupati Erwin Burase menyebutkan, terdapat sekitar 23 BUMDes yang telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan pengembangan usaha. Pendataan terhadap BUMDes tersebut sudah dilakukan melalui tautan yang disediakan oleh Kemendes PDT sebagai bagian dari tahapan pengajuan.
“Dalam audiensi tersebut, pemerintah daerah mengusulkan sekitar 23 BUMDes yang dinilai memiliki potensi untuk mendapatkan bantuan pengembangan usaha. Data BUMDes tersebut telah diunggah melalui tautan pendataan yang disediakan oleh Kementerian Desa,” ujar Erwin Burase.
Usulan tersebut selanjutnya diharapkan masuk dalam proses penilaian oleh kementerian. Pemerintah daerah berharap BUMDes yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh dukungan untuk memperkuat kegiatan usaha, meningkatkan kapasitas pengelolaan, dan mengembangkan potensi ekonomi yang tersedia di wilayahnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Parigi Moutong, Ervian Aksa Yosa, menjelaskan bahwa peluang mendapatkan bantuan tetap bergantung pada hasil evaluasi serta pemenuhan ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Karena itu, usulan yang disampaikan tidak hanya ditujukan untuk memperoleh bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong lembaga ekonomi desa agar memiliki kegiatan usaha yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
“Usulan itu diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui proses penilaian kelayakan oleh kementerian, sehingga BUMDes yang memenuhi persyaratan berpeluang memperoleh dukungan untuk mengembangkan usahanya,” kata Ervian, Selasa 27 Oktober 2026.
Selain penguatan BUMDes, Pemkab Parigi Moutong turut mengajukan dukungan bagi pengembangan desa wisata. Pemerintah daerah berharap adanya bantuan modal usaha serta penyediaan sarana dan prasarana yang dapat menunjang aktivitas wisata dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi desanya.
Pengembangan desa wisata diharapkan dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengoptimalkan daya tarik lokal menjadi sumber kegiatan ekonomi. Namun, upaya tersebut memerlukan dukungan fasilitas, pengelolaan yang memadai, serta keterlibatan masyarakat agar potensi wisata dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Perhatian pemerintah daerah juga diarahkan pada sektor pertanian dan perkebunan, khususnya komoditas kelapa dalam dan kakao yang menjadi bagian dari potensi ekonomi masyarakat Parigi Moutong.
Menurut Ervian, pengembangan kedua komoditas tersebut perlu diikuti dengan peningkatan mutu hasil produksi dan kapasitas produksi petani. Di samping itu, akses terhadap pasar harus diperkuat agar produk yang dihasilkan masyarakat memiliki peluang penjualan lebih luas dan nilai ekonomi yang lebih baik.
“Seperti kelapa dalam dan kakao, agar produk ini memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkap Ervian.
Dalam mendukung pemasaran hasil produksi tersebut, pemerintah daerah berharap BUMDes, kelembagaan ekonomi lainnya, serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang telah beroperasi dapat mengambil peran sebagai penghubung antara produsen di desa dan pasar.
Keberadaan lembaga-lembaga ekonomi tersebut diharapkan mampu membantu memperluas jalur pemasaran, sehingga hasil pertanian dan perkebunan tidak hanya bergantung pada pola penjualan yang terbatas. Dengan pemasaran yang lebih terarah, potensi komoditas lokal diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Sinergi dengan Kemendes PDT menjadi salah satu langkah yang ditempuh Pemkab Parigi Moutong untuk memperkuat fondasi ekonomi berbasis desa. Pemerintah daerah berharap dukungan program dari pusat dapat membantu mempercepat pengembangan usaha masyarakat, meningkatkan daya tarik desa wisata, serta memperluas peluang bagi produk unggulan daerah untuk memasuki pasar yang lebih besar.
Upaya tersebut sejalan dengan arah pembangunan Bupati Erwin Burase bersama Wakil Bupati Abdul Sahid yang menempatkan desa sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah. Desa diharapkan mampu menjadi pelaku aktif dalam mengelola sumber daya dan menciptakan peluang ekonomi, bukan sekadar penerima manfaat pembangunan.
“Harapannya, usulan yang telah disampaikan kepada Kementerian Desa dapat memperoleh dukungan, sehingga pengembangan ekonomi desa dapat berjalan lebih optimal dan berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutup Ervian.












