KesehatanParigi Moutong

Perkuat Layanan Kesehatan, Bupati Erwin Resmikan Gedung Puskesmas Torue dan Labkesmas

×

Perkuat Layanan Kesehatan, Bupati Erwin Resmikan Gedung Puskesmas Torue dan Labkesmas

Sebarkan artikel ini
Peresmian gedung UPTD Puskesmas Torue dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) tingkat kabupaten. ASET: IST

PARIGI MOUTONG, KUTORA.ID – Penguatan layanan kesehatan di Kabupaten Parigi Moutong mendapat dukungan melalui hadirnya dua fasilitas baru, yakni gedung UPTD Puskesmas Torue dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) tingkat kabupaten. Kedua fasilitas tersebut diresmikan pada Kamis 8 Oktober 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Darlin, menjelaskan bahwa keberadaan fasilitas kesehatan yang memadai menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menunjang pelayanan yang lebih optimal. Menurutnya, pembangunan gedung tidak sebatas menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Puskesmas dan laboratorium kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Karena itu, pembangunan fasilitas ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat pelayanan, memperluas akses, serta menjawab kebutuhan kesehatan warga Parigi Moutong,” ujar Darlin saat peresmian.

Ia memaparkan, pembangunan gedung UPTD Puskesmas Torue menggunakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dengan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sebesar Rp7,618 miliar.

Dengan tersedianya gedung yang lebih representatif, Puskesmas Torue diharapkan mampu menunjang pelaksanaan berbagai kegiatan kesehatan, mulai dari edukasi dan promosi kesehatan, pencegahan penyakit, hingga pelayanan medis sesuai kewenangan puskesmas.

Selain Puskesmas Torue, fasilitas Labkesmas Kabupaten Parigi Moutong juga diresmikan dalam kesempatan yang sama. Pembangunannya didukung anggaran APBD melalui DAK fisik senilai Rp13,2 miliar.

Baca Juga:  350 KK Terdampak Banjir Toboli Barat, Pemkab Siapkan Pasokan Air Bersih

Darlin menerangkan, Labkesmas tersebut merupakan fasilitas laboratorium kesehatan masyarakat tingkat II di kabupaten/kota. Kehadirannya diharapkan memperkuat kemampuan daerah dalam mendukung pemeriksaan laboratorium serta menghasilkan informasi yang dibutuhkan untuk pelaksanaan program kesehatan.

“Labkesmas tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan pemeriksaan laboratorium. Fasilitas ini juga diharapkan dapat mendukung tersedianya data kesehatan yang diperlukan untuk perencanaan program, pelaksanaan survei, serta evaluasi kegiatan kesehatan di daerah,” jelasnya.

Meski gedung telah diresmikan, pemenuhan peralatan kesehatan masih menjadi tahapan penting sebelum seluruh fungsi pelayanan dapat berjalan secara optimal. Dinas Kesehatan menargetkan kebutuhan alat kesehatan untuk mendukung operasional Labkesmas dapat tiba pada November 2026.

“Pengadaan dan pemenuhan alat kesehatan akan dilakukan secara bertahap. Kami menargetkan peralatan yang dibutuhkan dapat tiba pada November 2026 sehingga operasional laboratorium dapat dipersiapkan dengan lebih baik,” ungkap Darlin.

Ia berharap, setelah dukungan peralatan dan sarana penunjang terpenuhi, Labkesmas dapat menjalankan fungsi pelayanan sesuai standar serta meningkatkan kapasitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Peresmian kedua fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperkuat program pelayanan kesehatan daerah, termasuk melalui program Sehat Bersama yang mendukung agenda pembangunan kesehatan nasional.

Baca Juga:  Bupati Samsurizal Tinjau Venue Pelaksanaan POPDA, Pra PON Voli dan Kejurnas Panjat Dinding

Darlin menyampaikan, Dinas Kesehatan Parigi Moutong telah menjalankan sejumlah program untuk membantu masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih mudah, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas jangkauan layanan.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah pelayanan KUHC, dengan cakupan kepesertaan mencapai 100,19 persen dan tingkat keaktifan peserta sebesar 91,57 persen. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas perlindungan masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan.

Pada aspek peningkatan sumber daya manusia, pemerintah daerah juga memberikan dukungan melalui program beasiswa pendidikan dokter spesialis. Pada 2026, sebanyak delapan orang menerima dukungan dengan anggaran yang disiapkan mencapai Rp960 juta.

“Peningkatan fasilitas harus berjalan seiring dengan penguatan tenaga kesehatan. Karena itu, dukungan terhadap pendidikan dokter spesialis menjadi salah satu langkah untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah,” kata Darlin.

Dinas Kesehatan juga menjalankan program Layanan Simpatik yang mendorong puskesmas memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan pendekatan yang ramah dan sepenuh hati.

Untuk membantu keluarga yang mengalami kedukaan, tersedia pula layanan pengantaran jenazah gratis melalui program OTOMATIS atau Oto Mayat Gratis. Hingga saat ini, program tersebut tercatat telah memberikan sebanyak 645 layanan.

Sementara itu, layanan kesehatan bergerak atau mobile gratis dan layanan konkir gratis telah menjangkau masyarakat melalui 123 layanan. Program ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepada warga yang membutuhkan bantuan kesehatan.

Baca Juga:  Sunarti Dorong Evaluasi Rayon dan Sekolah pada Penutupan Eksibisi Voli

Di bidang pelayanan rujukan, pemerintah daerah juga menyediakan layanan rujukan gratis ke Makassar. Ke depan, direncanakan penyediaan rumah tunggu bagi pasien serta penyiapan fasilitas pendukung di RS Anuntaloko dan RS Undata untuk membantu kebutuhan pasien yang harus menjalani penanganan lanjutan.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) turut menjadi perhatian dalam upaya mendorong masyarakat memeriksa kondisi kesehatannya lebih dini. Darlin menyebut, pelaksanaan program CKG di Kabupaten Parigi Moutong saat ini menempati peringkat pertama di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Berbagai program ini kami dorong agar masyarakat semakin mudah menjangkau layanan kesehatan, baik untuk pemeriksaan, pencegahan penyakit, maupun kebutuhan rujukan. Kami berharap seluruh upaya tersebut memberikan manfaat yang luas bagi warga,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Darlin menyampaikan penghargaan kepada Bupati Parigi Moutong beserta jajaran pemerintah daerah dan semua pihak yang telah mendukung pembangunan kedua fasilitas kesehatan tersebut.

“Atas nama Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan seluruh jajaran pemerintah daerah serta semua pihak yang telah berkontribusi. Dukungan ini sangat berarti bagi penguatan pelayanan kesehatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *