Parigi Moutong

Sayembara Motif Budaya 2025 Angkat Kekayaan Lima Suku Parigi Moutong

×

Sayembara Motif Budaya 2025 Angkat Kekayaan Lima Suku Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
ASET: Istimewa

KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Upaya memperkuat identitas visual daerah kembali digelorakan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), pemerintah resmi meluncurkan Sayembara Desain Motif Budaya Tahun 2025 dengan tema “Menggali Warisan Motif Budaya Lokal dalam Ragam Warna Persatuan.”

Kompetisi ini hadir sebagai ruang kreatif bagi masyarakat, khususnya desainer, untuk menginterpretasikan nilai budaya lima suku asli Parigi Moutong Kaili, Tajio, Lauje, Bolano, dan Tialo ke dalam karya visual yang modern dan aplikatif.

Kepala Bidang Hasil Hutan, Kerajinan Logam, Mesin, dan Aneka Alat Angkut Disperindag Parigi Moutong, Narjan Djibran, mengatakan bahwa sayembara ini bukan sekadar penghargaan seni, melainkan langkah strategis dalam melahirkan motif yang nantinya akan digunakan sebagai identitas visual daerah dalam berbagai kebutuhan resmi.

Baca Juga:  Ketua PN Parigi Moutong Jalin Silaturahmi dan Bangun Sinergitas bersama Jurnalis

“Kami ingin menghasilkan motif budaya yang kuat secara filosofi dan dapat dijadikan identitas resmi pemerintah daerah. Karena itu sayembara ini terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa biaya,” ujar Narjan, Senin 24 November 2025.

Ia menegaskan bahwa peserta dapat mendaftar secara individu maupun tim beranggotakan maksimal tiga orang.

Panitia menetapkan sejumlah ketentuan teknis bagi peserta, antara lain:

  • Fotokopi KTP peserta,
  • Surat pernyataan orisinalitas karya,
  • Maksimal dua desain untuk setiap peserta,
  • Format karya JPG/JPEG/PNG, resolusi minimal 300 dpi, kanvas ukuran A3,
  • Dilengkapi deskripsi filosofi karya maksimal 250 kata.
Baca Juga:  BPKP Sulteng dan Pemkab Parigi Moutong Siap Tingkatkan Akuntabilitas Tata Kelola Keuangan Desa

Seluruh berkas fisik diserahkan langsung kepada panitia atas nama Surkati di Kantor Disperindag Parigi Moutong. Batas akhir pengumpulan ditetapkan pada 13 Desember 2025 pukul 16.00 WITA.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui kontak panitia, Mohammad Rizal Slamet (0853-9463-8884) pada jam kerja.

Enam desain terbaik akan diumumkan sebagai finalis dan diundang mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri pada 14–16 Desember 2025.

Pengumuman pemenang sekaligus peluncuran resmi motif budaya direncanakan pada 17 Desember 2025.

Aspek penilaian meliputi:

  • Keaslian desain,
  • Relevansi dengan tema,
  • Estetika dan kualitas visual,
  • Kekuatan nilai budaya yang terkandung.

Pemerintah menyediakan total hadiah Rp16.500.000, lengkap dengan piala dan piagam penghargaan. Pajak hadiah ditanggung masing-masing pemenang.

Baca Juga:  Rapat Gugus Tugas Dalam Rangka Evaluasi Kabupaten Layak Anak Tahun 2024

Motif yang dinyatakan juara akan menjadi hak milik Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan dapat digunakan secara bebas tanpa menimbulkan kewajiban royalti.

Narjan berharap sayembara ini mampu mendorong lahirnya motif khas Parigi Moutong yang tidak hanya autentik, namun juga fleksibel untuk diaplikasikan ke berbagai media baik sebagai ornamen, seragam, cendera mata, hingga branding daerah.

“Harapan kami, lahir motif yang kuat secara filosofi, mengangkat akar budaya lokal, dan memberikan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Parigi Moutong,” tutupnya.

Sayembara ini menjadi momentum penting dalam pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat posisi Parigi Moutong sebagai daerah yang kaya warisan seni dan identitas visual yang unik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *