Parigi MoutongReligi

Hestiwati Nanga Lantik Lasqi Kecamatan, Seleksi Rebana Klasik Siap Hadapi Ajang Provinsi

×

Hestiwati Nanga Lantik Lasqi Kecamatan, Seleksi Rebana Klasik Siap Hadapi Ajang Provinsi

Sebarkan artikel ini
Pelantikan Lasqi Kecamatan oleh Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Parigi Moutong, Hestiwati Nanga. ASET: Istimewa

KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Parigi Moutong, Hestiwati Nanga, resmi mengukuhkan pengurus Lasqi tingkat kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Prosesi pelantikan yang berlangsung pada Selasa 25 November 2025 itu menjadi babak baru dalam memperkuat kelembagaan Lasqi hingga ke level bawah.

Dalam acara tersebut, Hestiwati menegaskan bahwa pelantikan ini bukan hanya seremonial, tetapi langkah strategis untuk memperluas peran Lasqi dalam pembinaan seni Islami, khususnya qasidah dan rebana, di seluruh kecamatan.

Baca Juga:  Zulfinasran: Raperda Ini Akan Jadi Pondasi Arah Pembangunan Parigi Moutong

Usai pelantikan, Hestiwati mengungkapkan bahwa Lasqi Kabupaten Parigi Moutong saat ini juga tengah menggelar seleksi rebana klasik. Seleksi tersebut menjadi tahapan penting untuk menyiapkan peserta terbaik yang akan mewakili daerah pada ajang tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada 2–3 Desember mendatang.

“Kami berharap dari seleksi ini lahir peserta yang benar-benar siap bersaing dan membawa nama baik daerah di tingkat provinsi,” jelasnya.

Hestiwati menyampaikan optimisme bahwa kontingen Parigi Moutong dapat kembali meraih prestasi. Ia bahkan menyebut bahwa bila berhasil lolos pada level provinsi, peserta akan melanjutkan kompetisi ke tingkat nasional di Tangerang pada 5 Desember 2025.

Baca Juga:  Partai Golkar Resmi Usung Erwin-Sahid Maju Pilkada Parigi Moutong

“InsyaAllah kalau kembali meraih kemenangan, kita akan melangkah ke ajang nasional di Tangerang,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Hestiwati juga menyoroti peran penting seni qasidah sebagai media pembinaan moral dan budaya di tengah derasnya pengaruh globalisasi. Ia mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk menjadikan seni Islami sebagai ruang kreativitas yang positif.

“Seni qasidah dapat menjadi benteng budaya yang menyeimbangkan pengaruh luar. Mari bersama-sama membimbing anak-anak kita agar terhindar dari dampak negatif era digital,” tutupnya.

Baca Juga:  Bappelitbangda Parimo Gelar Penilaian Kinerja Dalam Penurunan Stunting Tahun 2024

Dengan pelantikan pengurus kecamatan dan pelaksanaan seleksi rebana klasik, Lasqi Parigi Moutong semakin memantapkan diri sebagai wadah pembinaan seni Islami yang aktif, produktif, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *