KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Kabupaten Parigi Moutong mencatat capaian penting di sektor kesehatan dengan berhasil mempertahankan status bebas penularan frambusia selama tiga tahun berturut-turut. Berdasarkan hasil evaluasi sektor kesehatan tahun 2025, daerah ini kini resmi memperoleh pengakuan eradikasi frambusia.
Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya pengendalian penyakit menular, sekaligus menunjukkan efektivitas program kesehatan yang dijalankan pemerintah daerah bersama masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Yunita Tagunu, menyampaikan bahwa tidak ditemukannya kasus baru dalam kurun waktu tiga tahun terakhir menjadi indikator utama tercapainya status tersebut.
“Selama tiga tahun terakhir tidak ada lagi kasus maupun penularan frambusia yang ditemukan di Kabupaten Parigi Moutong. Ini menjadi indikator penting bahwa daerah kita telah berhasil mencapai status eradikasi,” ujar Yunita, Senin 6 April 2026.
Ia menjelaskan, sebelum mencapai tahap eradikasi, Parigi Moutong terlebih dahulu melalui fase eliminasi. Pada tahap ini, kasus frambusia masih ditemukan, namun jumlahnya sangat terbatas dan tidak berkembang menjadi penularan yang lebih luas di masyarakat.
Frambusia sendiri merupakan penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri dan dapat menular melalui kontak langsung dengan luka atau ruam pada penderita. Penyakit ini umumnya muncul di wilayah dengan tingkat sanitasi yang rendah dan perilaku hidup bersih yang belum optimal.
“Faktor kebersihan lingkungan dan perilaku hidup sehat sangat berpengaruh terhadap munculnya penyakit ini. Karena itu, edukasi kepada masyarakat terus kami lakukan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari proses verifikasi menuju eradikasi, Dinas Kesehatan Parigi Moutong melakukan serangkaian pemeriksaan menyeluruh di berbagai wilayah. Langkah ini mencakup surveilans lapangan hingga pemeriksaan darah pada anak-anak di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Kami melakukan berbagai tahapan pemeriksaan untuk memastikan benar-benar tidak ada kasus. Hasilnya seluruh wilayah dinyatakan aman dari frambusia,” kata Yunita.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan dan kesehatan. Kami berharap kondisi ini dapat terus dipertahankan,” pungkasnya.
Dinas Kesehatan menegaskan, meskipun status eradikasi telah diraih, upaya pengawasan dan edukasi akan tetap dilakukan secara berkelanjutan guna mencegah munculnya kembali kasus di masa mendatang.














