KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Setelah menghadiri kegiatan Halal Bihalal di Kecamatan Moutong, Jumat 3 Maret 2026, Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, langsung bergerak meninjau kondisi genangan air yang merendam kawasan lapak penjualan ikan di Moutong Tengah.
Tanpa agenda protokoler yang panjang, Bupati memilih turun langsung ke lokasi yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat tersebut. Kawasan ini diketahui tidak hanya sebagai tempat transaksi jual beli ikan, tetapi juga jalur utama masyarakat menuju Masjid Jami Moutong Tengah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air dengan ketinggian mencapai mata kaki hingga betis orang dewasa menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 200 meter. Kondisi ini menimbulkan berbagai dampak, mulai dari terganggunya arus lalu lintas, menurunnya aktivitas jual beli, hingga potensi gangguan kesehatan lingkungan.
Sejumlah kendaraan terlihat harus melaju dengan hati-hati, terutama pada malam hari, karena permukaan jalan tertutup air sehingga menyulitkan pengendara melihat kondisi sebenarnya. Sementara itu, para pedagang mengaku mengalami penurunan pembeli akibat kondisi tersebut.
Menanggapi hal itu, Bupati Erwin menegaskan bahwa persoalan genangan air tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Ini harus menjadi perhatian bersama. Kita tidak ingin aktivitas ekonomi warga di lapak ikan ini terganggu. Kawasan ini adalah titik hidup ekonomi masyarakat yang harus kita jaga kelancarannya,” tegasnya.
Ia menilai, permasalahan utama berasal dari sistem drainase yang tidak berfungsi optimal, sehingga air tidak dapat mengalir dengan baik saat terjadi hujan maupun pasang.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong akan segera melakukan koordinasi lintas instansi, khususnya dengan Dinas Pekerjaan Umum dan perangkat teknis terkait untuk mengevaluasi kondisi drainase di kawasan tersebut.
Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan solusi teknis berupa perbaikan saluran air agar mampu menampung dan mengalirkan debit air secara maksimal, serta melakukan normalisasi area guna memastikan akses masyarakat kembali lancar.
Kehadiran langsung Bupati di lokasi mendapat respons positif dari masyarakat dan para pedagang. Mereka berharap langkah cepat pemerintah dapat segera terealisasi sehingga aktivitas ekonomi kembali berjalan normal tanpa terganggu genangan air.
Dengan upaya ini, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam menangani persoalan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.














