KUTORA.ID, PARIGIMOUTONG – Pengurus Daerah Front/Forum Pemuda Kaili (PD FPK) Parigi Moutong bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Parigi Moutong melaksanakan kegiatan sunatan massal pada Minggu, 11 Januari 2026.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Gedung Indoor Kompleks Kantor Bupati Parigi Moutong dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kecamatan.
Mewakili Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, Adrudin Nur dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PD FPK atas kepeduliannya terhadap masyarakat.
“Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan PD FPK melalui kegiatan sosial seperti sunatan massal ini,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian organisasi kemasyarakatan terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami sebagai Pemerintah Daerah tentu sangat mendukung kegiatan ormas yang memiliki kepentingan langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Menurut Adrudin, FPK merupakan mitra strategis Pemerintah Daerah dalam mengawal pembangunan. Oleh karena itu, ia berharap sinergi antara FPK dan Pemda dapat terus terjalin.
“Kami berharap FPK terus bergandengan tangan dengan Pemerintah Daerah dalam mengawal seluruh program Bupati yang sedang berjalan,” ungkapnya.
Ia juga mendorong PD FPK Parigi Moutong untuk membentuk kepengurusan hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
Sementara itu, Ketua PD FPK Parigi Moutong, Arifin Lamalindu, menjelaskan bahwa kegiatan sunatan massal ini diikuti oleh 115 anak yang berasal dari berbagai kecamatan, mulai dari wilayah utara Kecamatan Sidoan hingga Kecamatan Sausu di bagian selatan Parigi Moutong.
“Sunatan massal ini sebenarnya telah direncanakan sejak tahun lalu sebagai bentuk dukungan terhadap program 100 hari kerja Bupati Parigi Moutong,” tuturnya.
Namun, lanjut Arifin, pelaksanaannya sempat mengalami penundaan akibat sejumlah kendala teknis, termasuk keterbatasan tim medis yang saat itu berada di luar daerah.
Kegiatan ini akhirnya dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, khususnya Baznas Parigi Moutong. Tim medis dari Rumah Sehat Baznas yang dipimpin langsung oleh Ros Rahmawati menjadi ujung tombak pelaksanaan sunatan massal tersebut.
“Alhamdulillah, meskipun dengan berbagai keterbatasan, hari ini FPK membuktikan dapat melaksanakan kegiatan sosial untuk masyarakat. Kegiatan ini tidak akan terwujud tanpa dukungan banyak pihak,” ujarnya.
Selain Baznas, dukungan juga datang dari Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, sejumlah anggota DPRD, serta para relawan dan donatur perorangan, termasuk dalam penyediaan bingkisan bagi anak-anak peserta sunatan.
Arifin menegaskan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah keluarga kurang mampu, anak yatim, serta anak terlantar yang belum mendapatkan layanan sunat. Proses pendataan dilakukan melalui orang tua, sekolah, serta jaringan internal anggota FPK di lapangan.
“Kegiatan ini menjadi tonggak awal gerakan sosial FPK di Parigi Moutong. Ke depan, kami berharap dapat menggelar kegiatan serupa dengan skala yang lebih besar, termasuk pembinaan masyarakat mualaf dan pengelolaan sedekah yang amanah,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa PD FPK Parigi Moutong saat ini tengah memperkuat struktur organisasi, dengan jumlah pengurus inti yang telah terbentuk mencapai 544 orang dan tersebar di berbagai wilayah.














