Example floating
Example floating
Example 728x250
Parigi Moutong

Modus Penyelundupan Makin Beragam, Lapas Parigi Tingkatkan Kewaspadaan

×

Modus Penyelundupan Makin Beragam, Lapas Parigi Tingkatkan Kewaspadaan

Sebarkan artikel ini
Lapas Parigi Perketat Pengawasan dengan melakukan pemeriksaan kepada sejumlah tahanan. ASET: Lapas Parigi

KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Parigi menegaskan komitmennya dalam memberantas penyelundupan barang terlarang, khususnya narkoba, handphone, dan pungutan liar di lingkungan pemasyarakatan.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui pengucapan ikrar bersama bertema “Zero Narkoba dan Handphone adalah Harga Mati” yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, Kamis 15 April 2026.

Kepala Lapas Kelas III Parigi, Fentje Mamirahi, mengatakan pengucapan ikrar tersebut merupakan bagian dari upaya nasional untuk memperkuat pengawasan sekaligus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan berintegritas.

“Saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat khususnya pegawai, jangan sampai terjebak pada hal-hal yang mengganggu integritas. Narkoba adalah musuh bangsa, dan kami sebagai abdi negara wajib berada di garda terdepan untuk memeranginya,” tegas Fentje.

Ia menjelaskan, komitmen tersebut tidak hanya bersifat seremonial, melainkan diwujudkan melalui langkah konkret dengan memperketat pengawasan di setiap lini. Pemeriksaan dilakukan mulai dari pintu masuk utama, barang titipan, hingga aktivitas kunjungan warga binaan.

Baca Juga:  HUT Bhayangkara ke-78, Polres Parigi Moutong Gelar BTA 2024

Fentje menegaskan, pihaknya tidak akan mentoleransi jika ditemukan adanya keterlibatan oknum dalam praktik penyelundupan maupun pungli.

“Siapapun dia, jika terbukti terlibat, pasti akan kami tindak. Tidak ada toleransi dalam hal ini,” ujarnya.

Menurutnya, hingga saat ini kondisi di dalam Lapas Parigi masih relatif kondusif dan belum ditemukan adanya praktik peredaran narkoba maupun pungli. Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan karena modus penyelundupan terus berkembang.

Beberapa bulan lalu, petugas Lapas Parigi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba yang dilakukan seorang pembesuk melalui jasa kurir. Modus yang digunakan cukup beragam, mulai dari menyembunyikan narkoba dalam kemasan sampo hingga pembalut perempuan.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan empat paket narkoba yang disembunyikan secara rapi di dalam barang-barang tersebut.

Baca Juga:  Banjir Rendam Dua Desa di Kasimbar, 129 KK Terdampak

“Modusnya semakin beragam, sehingga kami juga harus semakin teliti dan meningkatkan kewaspadaan dalam setiap pemeriksaan. Kini yang bersangkutan telah diamankan Polres Parigi Moutong untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” ungkap Fentje.

Keberhasilan petugas dalam menggagalkan upaya penyelundupan itu mendapat apresiasi dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah berupa penghargaan kepada pegawai yang terlibat.

“Alhamdulillah, petugas kami telah menerima penghargaan dari pimpinan. Ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus bekerja dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Selain memperketat pengawasan terhadap pengunjung, pihak Lapas juga rutin melakukan penggeledahan di kamar warga binaan. Dari hasil penggeledahan terakhir, petugas menemukan sejumlah barang terlarang seperti satu unit handphone, dua charger, kabel, enam sendok, satu gunting, paku, kikir, kawat hanger, hingga pisau cukur.

Barang-barang tersebut kemudian diamankan karena dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Baca Juga:  Parigi Moutong Gelar Pangan Murah, Bantu Kendalikan Inflasi

“Semua temuan ini telah kami amankan karena berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Keberadaan benda-benda ini tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam lingkungan pemasyarakatan,” tutur Fentje.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya keluarga warga binaan, agar tidak mencoba membawa barang terlarang ke dalam lapas karena hal tersebut dapat memperberat proses hukum serta menghambat pembinaan warga binaan.

“Kami selalu mengingatkan keluarga warga binaan untuk membantu kami menjaga situasi tetap kondusif. Jangan sampai niat menjenguk justru membawa masalah baru,” imbuhnya.

Fentje menegaskan, kedisiplinan dan integritas petugas menjadi kunci utama dalam menjaga lingkungan lapas tetap aman dan bebas dari barang terlarang.

“Disiplin dan komitmen adalah kunci utama. Tanpa itu, pengawasan tidak akan berjalan maksimal. Mari berkolaborasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas Parigi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *