KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Kebakaran yang menghanguskan dua unit rumah dinas guru SD Inpres Moutong Timur yang berada di Dusun III, Desa Salepae, Kecamatan Moutong, Kamis 16 April 2026 siang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.05 WITA saat aktivitas belajar mengajar tengah berlangsung. Kepanikan terjadi setelah sejumlah siswa melihat asap tebal dan kobaran api muncul dari salah satu bangunan yang berada di area perumahan guru.
Seorang guru sekaligus penghuni rumah dinas, Nurhatima Lakita, mengatakan dirinya baru mengetahui kejadian itu setelah mendengar teriakan para siswa.
“Saat itu anak-anak sedang istirahat dan bersiap salat Dzuhur. Tiba-tiba mereka berteriak memberitahu ada kebakaran, lalu saya keluar dan melihat api sudah membesar,” ujarnya.
Api pertama kali muncul dari salah satu unit rumah dan dengan cepat merambat ke bangunan lain yang berada berdekatan. Warga sekitar bersama guru dan aparat setempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.30 WITA.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun dua unit rumah dinas mengalami kerusakan parah dan berbagai barang milik penghuni tidak dapat diselamatkan.
Kapolsek Moutong, AKP Felix Alfins Saudale, mengatakan pihak kepolisian telah turun langsung melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengetahui penyebab kebakaran.
“Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Dugaan awal kebakaran dipicu korsleting listrik, namun penyebab pastinya masih kami dalami,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah guna mencegah kejadian serupa.
“Kami mengimbau warga agar rutin memeriksa jaringan listrik dan tidak menggunakan peralatan elektronik secara berlebihan karena dapat memicu kebakaran,” katanya.
Selain itu, Kapolsek juga meminta masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan tindak kriminal di tengah situasi darurat.
“Dalam kondisi seperti ini, masyarakat juga harus tetap berhati-hati terhadap potensi pencurian atau kejahatan lain yang memanfaatkan situasi,” tambahnya.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp25 juta. Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab utama kebakaran.














