Example floating
Example floating
Example 7970x250
Parigi MoutongPendidikan

Disdikbud Parimo Siapkan Pelatihan Media Ajar Digital bagi Guru

×

Disdikbud Parimo Siapkan Pelatihan Media Ajar Digital bagi Guru

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Parigi Moutong, Farid Ali Buraera. ASET: IST

KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Permasalahan capaian Rapor Pendidikan di sejumlah sekolah di Kabupaten Parigi Moutong menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Rendahnya nilai yang muncul dalam sistem nasional dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah, melainkan dipengaruhi lemahnya pelaporan dan penginputan data pendidikan berbasis digital.

Kondisi tersebut diungkapkan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Parigi Moutong, Farid Ali Buraera, Senin 27 April 2026.

Menurut Farid, banyak program sekolah yang sebenarnya telah berjalan dengan baik, namun tidak tercatat di sistem pusat karena tidak dilaporkan secara maksimal oleh pihak sekolah.

“Rendahnya capaian rapor pendidikan bukan berarti kualitas guru kita rendah. Banyak kegiatan sudah dilaksanakan, tetapi tidak terinput di sistem karena masih ada kendala literasi digital,” ujarnya.

Baca Juga:  Temuan BPK di RSUD Anuntaloko Jadi Sorotan DPRD Parigi Moutong

Ia mencontohkan kegiatan seperti pesantren kilat, pembinaan karakter, hingga program pembelajaran lainnya yang sudah terlaksana di sekolah, namun tidak terdokumentasi dalam sistem Rapor Pendidikan nasional.

“Programnya ada dan berjalan, tetapi ketika tidak dilaporkan ke sistem pusat, maka sekolah dianggap tidak melaksanakan kegiatan tersebut sehingga nilainya terlihat rendah,” jelas Farid.

Ia mengatakan, rendahnya kemampuan pengelolaan teknologi informasi di kalangan tenaga pendidik menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi akurasi data pendidikan daerah.

Karena itu, Bidang GTK Disdikbud Parigi Moutong kini memprioritaskan program pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital guru dan tenaga kependidikan.

Baca Juga:  KPU Parigi Moutong Resmi Tetapkan Pasangan Amrullah-Ibrahim Sebagai Peserta Pilkada 2024

“Kami mulai dengan penguatan literasi digital, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan media ajar berbasis digital serta pendampingan pengisian Rapor Pendidikan agar data yang masuk benar-benar sesuai kondisi di lapangan,” katanya.

Sebagai bagian dari program tersebut, Disdikbud Parigi Moutong menetapkan 11 sekolah sebagai sekolah percontohan atau pilot project dengan capaian literasi dan numerasi kategori A dan B.

Farid menjelaskan, sekolah percontohan itu tidak hanya berada di wilayah perkotaan, tetapi juga tersebar di beberapa kecamatan seperti Sausu hingga Taopa.

“Sekolah pilot project ini membuktikan bahwa keberhasilan bukan hanya soal fasilitas atau jaringan internet, tetapi juga bergantung pada keseriusan dan kreativitas kepala sekolah serta guru,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dalam Waktu Kurang dari 24 Jam, 7 Tahanan Kabur dari Polres Parigi Moutong Berhasil Ditangkap

Ia menyebut salah satu sekolah di Kecamatan Taopa bahkan dijadikan percontohan untuk wilayah Moutong karena dinilai aktif dalam pengelolaan pembelajaran dan pelaporan pendidikan berbasis digital.

Dalam waktu dekat, Disdikbud Parigi Moutong juga akan melanjutkan program pendampingan intensif yang difokuskan pada pengembangan konten media ajar digital dan evaluasi dampaknya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran siswa.

Farid menegaskan, tujuan utama program tersebut adalah memastikan seluruh peserta didik di Parigi Moutong memiliki kemampuan dasar yang baik, terutama dalam literasi dan numerasi.

“Jangan sampai ada anak-anak yang masih kesulitan membaca, berhitung, atau memahami pelajaran dasar. Karena itu, laporan pendidikan harus akurat agar kondisi riil sekolah benar-benar terlihat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *