Example floating
Example floating
Example 7970x250
DaerahEkonomi BisnisParigi MoutongSulawesi Tengah

Parigi Moutong Masuk PSN, Industri Hijau Berbasis PLTA Jadi Motor Ekonomi Baru Sulteng

×

Parigi Moutong Masuk PSN, Industri Hijau Berbasis PLTA Jadi Motor Ekonomi Baru Sulteng

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. ASET: Kutora.id/Galang Anarky.

KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) resmi masuk dalam peta Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui pengembangan kawasan Neo Energi Parimo Industrial Estate (NEPIE). Penetapan ini membuka babak baru pengembangan ekonomi daerah berbasis industri hijau dan energi terbarukan di Sulawesi Tengah.

Status PSN tersebut ditetapkan melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 12 Tahun 2024 tentang Perubahan Keenam atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021. Dalam lampiran regulasi itu, NEPIE tercatat pada nomor urut 114, sementara Neo Energi Morowali Industrial Estate (NEMIE) berada di nomor urut 119.

Baca Juga:  Pergantian Kapolda Sulteng, Bupati Erwin Burase Hadiri Malam Kenal Pamit di Palu

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menilai kehadiran NEPIE di Parigi Moutong sebagai pengungkit baru pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui hilirisasi berbasis energi bersih yang berorientasi jangka panjang.

“Kita akan selesaikan dulu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Banggaiba, Kabupaten Sigi. Setelah itu, jaringan listrik akan masuk ke kawasan NEPIE di Kabupaten Parimo,” ujar Anwar H. Hafid usai menghadiri pelantikan Pengurus Kadin Parigi Moutong di Parigi, Sabtu, 24 Januari 2026.

Anwar menjelaskan, NEPIE dirancang sebagai kawasan industri hijau dengan pasokan energi dari PLTA, sehingga memberikan kepastian energi sekaligus menekan biaya produksi dan dampak lingkungan.

Baca Juga:  Deklarasi Pemilu Damai, KPU Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas

“Industri hijau hanya ada di sini, karena sumber energinya dari PLTA. Ini proyek ramah lingkungan,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, bahan baku utama kawasan industri tersebut berasal dari Kabupaten Morowali, terutama material low grade yang selama ini hanya diolah setengah jadi, sehingga kehadiran NEPIE diharapkan memperkuat rantai nilai industri dan meningkatkan nilai tambah di dalam daerah.

“Yang setengah jadi di Morowali akan diproses di sini. Bukan hanya dari Morowali, tidak menutup kemungkinan juga dari daerah lain,” jelasnya.

Selain infrastruktur energi, Pemprov Sulawesi Tengah juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal agar dapat terserap langsung dalam aktivitas industri.

Baca Juga:  Penguatan Birokrasi, Gubernur Sulteng Lantik Pejabat dan Serahkan SK PPPK

“Tahun ini kita sudah mulai melatih tenaga kerja lokal,” kata Anwar.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah pusat juga diwujudkan melalui rencana pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) modern dari Kementerian Ketenagakerjaan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja daerah.

Dengan kesiapan energi, SDM, dan tata kelola lahan, Pemprov Sulawesi Tengah optimistis PSN NEPIE mampu mendorong investasi berkelanjutan, membuka lapangan kerja, serta menjadikan Parigi Moutong sebagai simpul baru ekonomi hijau di kawasan timur Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *