Example floating
Example floating
Ekonomi BisnisParigi MoutongSulawesi Tengah

Perkuat Swasembada Pangan, BRMP Sulteng Dorong Modernisasi Budidaya Padi

×

Perkuat Swasembada Pangan, BRMP Sulteng Dorong Modernisasi Budidaya Padi

Sebarkan artikel ini
Perkuat Swasembada Pangan, BRMP Sulteng Dorong Modernisasi Budidaya Padi. ASET: Istimewa.

PARIGI MOUTONG, Kutora.idPenguatan swasembada pangan di Sulawesi Tengah terus diarahkan melalui modernisasi sektor pertanian. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah mendorong penerapan teknologi Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) untuk meningkatkan produktivitas padi di Kabupaten Parigi Moutong dan sejumlah wilayah lainnya.

Modernisasi budidaya dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus menjawab kebutuhan pangan yang terus berkembang. Penerapan teknologi tersebut berjalan bersama strategi intensifikasi pertanian dan pencetakan sawah rakyat.

Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan, mengatakan penguatan produksi pangan membutuhkan pendekatan yang tidak hanya mengandalkan perluasan areal tanam, tetapi juga peningkatan produktivitas melalui penerapan teknologi.

“Yang saat ini berkaitan dengan swasembada pangan, pendekatannya tentunya cetak sawah rakyat dan intensifikasi,” ujar Ruslan, ditemui usai menghadiri Panen Raya padi di Balinggi, Parigi Moutong, Selasa 18 Agustus 2026 kemarin.

Baca Juga:  Bupati Erwin Respons Aspirasi Warga, Tambang di Air Panas Dievaluasi

Menurut Ruslan, Kementerian Pertanian saat ini terus mengembangkan inovasi melalui PM-AAS sebagai bagian dari modernisasi sistem budidaya. Pendekatan tersebut memadukan teknologi, mekanisasi dan pola tanam yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi serta produktivitas tanaman.

Salah satu penerapan PM-AAS dilakukan melalui sistem tanam jajar legowo. Metode ini memungkinkan peningkatan populasi tanaman dalam satu hektare sehingga potensi produksi dapat ditingkatkan.

Dalam pola tanam konvensional, populasi tanaman berada di kisaran 300 hingga 400 rumpun per hektare. Sementara sistem tanam 4:1 dapat meningkatkan populasi hingga sekitar 800 rumpun per hektare.

“Kalau kita menggunakan sistem tanam PM-AAS dengan pola legowo 6:1, bisa mencapai 1.200 rumpun per hektare,” jelasnya.

Baca Juga:  Dikbud Parigi Moutong Verifikasi Data Siswa Kelas VI Jelang Tes Kemampuan Akademik

Peningkatan populasi tersebut menjadi salah satu strategi untuk mengejar target produktivitas padi. Pemerintah pusat menargetkan produktivitas minimal 10 ton per hektare, sedangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan sedikitnya 6 ton per hektare.

Meski demikian, Ruslan menilai keberhasilan modernisasi pertanian tidak cukup hanya dengan menerapkan teknologi. Perubahan pola budidaya juga harus diikuti kesiapan petani, pendampingan penyuluh serta dukungan lembaga yang memiliki fungsi dalam pengembangan inovasi pertanian.

“Petani harus tetap kita dampingi, bertransformasi dengan pola yang ditawarkan pemerintah. Penyuluh harus intens melakukan pengawalan dan BRMP berperan sebagai penghubung inovasi teknologi untuk mengusung program peningkatan produktivitas yang lebih tinggi,” katanya.

Modernisasi sistem tanam juga berdampak terhadap kebutuhan benih. Jika sebelumnya kebutuhan benih berada di kisaran 25 kilogram per hektare, penerapan PM-AAS membutuhkan sekitar 70 kilogram benih per hektare.

Baca Juga:  Program Sehat Bersama Diperluas, Bappelitbangda Dorong Pemahaman Masyarakat tentang Akses Kesehatan

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah diupayakan menyediakan benih secara gratis kepada petani. Penyuluh juga diminta segera menyiapkan CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) agar bantuan benih dapat segera disalurkan.

Ruslan turut mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) yang terus berupaya mendapatkan program strategis dari pemerintah pusat, termasuk mendorong percepatan penyediaan benih bagi petani.

Dengan penerapan PM-AAS dan pendampingan yang berkelanjutan, modernisasi budidaya padi di Sulawesi Tengah diharapkan semakin berkembang. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung pencapaian swasembada pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *