KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Kemudahan masyarakat memperoleh layanan kesehatan menjadi salah satu perhatian dalam penguatan Program Sehat Bersama di Kabupaten Parigi Moutong. Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menilai pemahaman publik terhadap program tersebut perlu terus diperkuat agar berbagai fasilitas kesehatan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Kepala Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong, Irwan, menegaskan bahwa keberadaan ambulans gratis hanya merupakan salah satu bentuk pelayanan yang terdapat dalam Program Sehat Bersama. Menurutnya, substansi utama program tersebut adalah memperluas kesempatan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
“Ambulans gratis merupakan salah satu fasilitas dalam Sehat Bersama. Program ini memiliki cakupan yang lebih luas karena juga berkaitan dengan upaya memberikan kemudahan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan,” ujar Irwan, Selasa 5 Mei 2026.
Ia menjelaskan, penguatan pelayanan tersebut tidak berdiri sendiri karena melibatkan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan perlindungan kesehatan sekaligus memperkuat sistem pelayanan bagi masyarakat.
Salah satu instrumen yang menjadi bagian dari upaya tersebut adalah Universal Health Coverage (UHC). Melalui skema ini, pemerintah berupaya memastikan semakin banyak penduduk memperoleh jaminan dan akses terhadap pelayanan kesehatan ketika membutuhkan perawatan.
“UHC menjadi salah satu bagian penting dalam kolaborasi pemerintah daerah dan pemerintah provinsi. Kita ingin cakupan perlindungan kesehatan terus meningkat sehingga masyarakat tidak menghadapi hambatan ketika membutuhkan pelayanan,” jelasnya.
Bappelitbangda mencatat cakupan UHC di Kabupaten Parigi Moutong telah berada pada kisaran 88 sampai 90 persen. Capaian tersebut menjadi modal penting dalam memperluas akses kesehatan, meskipun pemerintah daerah masih perlu melakukan berbagai langkah untuk menjangkau masyarakat yang belum masuk dalam cakupan tersebut.
Irwan mengatakan peningkatan persentase kepesertaan harus dibarengi dengan kepastian bahwa masyarakat yang telah terdaftar benar-benar dapat menggunakan hak pelayanan kesehatannya. Karena itu, mekanisme pelayanan dan informasi mengenai program perlu disampaikan secara lebih luas kepada masyarakat.
“Kita tidak hanya mengejar angka cakupan, tetapi juga memastikan kepesertaan tersebut benar-benar memberikan manfaat. Masyarakat harus mengetahui ke mana harus mendapatkan pelayanan dan bagaimana memanfaatkan fasilitas yang sudah disiapkan pemerintah,” katanya.
Menurutnya, Program Sehat Bersama juga perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia. Kesehatan masyarakat memiliki hubungan erat dengan produktivitas, kualitas pendidikan, kemampuan bekerja, serta kesejahteraan keluarga.
Atas dasar itu, Bappelitbangda mendorong agar penguatan program kesehatan dilakukan melalui perencanaan yang terukur dan koordinasi antarperangkat daerah. Data pelayanan, kondisi kependudukan, serta kebutuhan masyarakat perlu menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kebijakan berikutnya.
Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah persoalan sinkronisasi dan validasi data. Perubahan kondisi kependudukan maupun kepesertaan membuat data harus diperbarui secara berkala agar pelayanan tidak salah sasaran.
“Validasi data harus menjadi perhatian bersama. Data yang akurat akan membantu pemerintah menentukan siapa yang membutuhkan pelayanan dan memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang seharusnya menerima manfaat justru terlewat,” ungkap Irwan.
Ia menambahkan, keberhasilan Program Sehat Bersama tidak semata-mata diukur berdasarkan banyaknya layanan yang diberikan. Pemerintah juga perlu melihat sejauh mana program tersebut mampu mengurangi kesulitan masyarakat dalam memperoleh pengobatan serta mempersempit kesenjangan akses kesehatan antarwilayah.
Terlebih, kondisi geografis Kabupaten Parigi Moutong yang memiliki wilayah cukup luas membutuhkan pola pelayanan yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke daerah yang jauh dari pusat pemerintahan maupun fasilitas kesehatan utama.
Karena itu, sosialisasi mengenai seluruh bentuk layanan dalam Program Sehat Bersama dinilai penting. Masyarakat diharapkan tidak hanya mengenal program tersebut melalui layanan ambulans, tetapi memahami berbagai dukungan kesehatan yang dapat diperoleh sesuai ketentuan.
“Kami berharap masyarakat memahami bahwa Sehat Bersama bukan hanya soal ambulans. Ada aspek pelayanan kesehatan yang lebih luas dan semuanya diarahkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat,” tutur Irwan.
Bappelitbangda selanjutnya akan terus mendorong penguatan koordinasi, pembaruan data, serta evaluasi pelaksanaan program agar manfaat pelayanan kesehatan dapat dirasakan secara lebih merata.
Dengan penguatan sistem pelayanan dan peningkatan pemahaman masyarakat, Program Sehat Bersama diharapkan mampu menjadi bagian penting dari pembangunan Kabupaten Parigi Moutong dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mewujudkan akses kesehatan yang lebih mudah, merata, dan berkelanjutan.













