KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong resmi menghentikan operasional Posko Terpadu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang sebelumnya berpusat di Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara. Langkah ini dilakukan setelah kondisi di lapangan dinilai semakin terkendali.
Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, menjelaskan bahwa penutupan posko dilakukan karena tren kejadian kebakaran dan dampak kekeringan mulai menurun dalam beberapa pekan terakhir.
“Posko terpadu awalnya difokuskan untuk penanganan wilayah Avolua dan sekitarnya. Saat ini situasi sudah jauh lebih baik, sehingga personel kami tarik kembali,” ujarnya, Jumat 13 Februari 2026.
Penarikan personel ditandai dengan apel bersama yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong. Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari tim pemadam kebakaran, BPBD provinsi dan kabupaten, TNI-Polri, hingga relawan dan masyarakat setempat.
Rivai menegaskan, meskipun posko telah dibubarkan, status siaga karhutla dan kekeringan masih berlaku hingga 28 Februari 2026. Hal ini sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan kembali akibat perubahan cuaca.
“Walaupun posko sudah tidak aktif, kami tetap melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa. Kewaspadaan tetap dijaga,” tegasnya.
BPBD memastikan kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas, mengingat potensi kebakaran dan kekeringan masih mungkin terjadi selama kondisi cuaca belum sepenuhnya stabil.














