Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaParigi Moutong

Parigi Moutong Perkuat Sektor Pertanian, Jagung Jadi Komoditas Unggulan

×

Parigi Moutong Perkuat Sektor Pertanian, Jagung Jadi Komoditas Unggulan

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, bersama Kejaksaan Tinggi Sulteng melakukan penanaman jagung. ASET: Galang Anarky/Kutora.id

KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah. Penegasan itu disampaikan Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, saat menghadiri kegiatan Gerakan Tanam Jagung Jaksa Mandiri Pangan dan Desa Mandiri Pangan di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kamis 12 Februari 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Erwin menekankan bahwa sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, memiliki posisi penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat. Menurutnya, pengembangan jagung harus dilakukan secara terarah dan berkesinambungan.

“Jagung memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan. Kalau dikelola dengan sungguh-sungguh, ini bisa menjadi kekuatan ekonomi masyarakat Parigi Moutong,” ungkapnya.

Baca Juga:  Semarak Sulteng Nambaso 2025: Bukti Kolaborasi dan Dedikasi di Tengah Efisiensi Anggaran

Ia menjelaskan, produksi jagung di Parigi Moutong saat ini telah mencapai puluhan ribu ton setiap tahun. Kecamatan Bolano disebut sebagai salah satu wilayah dengan kontribusi terbesar terhadap produksi tersebut. Capaian itu, lanjutnya, menjadi dasar optimisme untuk memperluas areal tanam di kecamatan lainnya.

Bupati juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan tidur agar lebih produktif melalui budidaya jagung. Ia meyakini, optimalisasi lahan yang belum tergarap maksimal akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani.

Baca Juga:  Poso HUT ke-131, Semangat “Poso Semakin Harmoni” Didorong Jadi Motor Kemajuan

“Masih tersedia lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Jika kita kelola bersama dan konsisten, tentu kesejahteraan petani akan meningkat,” katanya.

Selain mendorong peningkatan produksi, Erwin turut menyoroti pentingnya hilirisasi hasil pertanian. Ia menilai, pengolahan jagung menjadi produk turunan seperti tepung maupun olahan pangan lainnya akan memberikan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan penjualan dalam bentuk bahan mentah.

“Kita harus bergerak ke arah pengolahan. Jangan hanya menjual hasil panen, tapi juga menciptakan produk bernilai tambah agar manfaat ekonominya lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Untuk mendukung aspek pemasaran dan menjaga kestabilan harga, Pemerintah Daerah berencana memperkuat kolaborasi antara Koperasi Desa Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Langkah ini diharapkan mampu menjamin kepastian pasar bagi para petani.

Baca Juga:  Penyusunan KLHS RPJPD Parimo Harus Terencana dan Sistematis

“Kita ingin ada sistem yang saling menguatkan. Kolaborasi ini penting supaya petani merasa aman dan percaya diri dalam berproduksi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa selain jagung, Parigi Moutong juga memiliki potensi komoditas unggulan lain seperti durian, kelapa dalam, kakao, dan udang vaname.

Namun demikian, jagung diproyeksikan menjadi salah satu komoditas strategis yang mampu memperkuat struktur ekonomi daerah ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *