Example floating
Example floating
Example 7970x250
BeritaParigi Moutong

DISPKH Parimo Ajak Warga Aktif Cegah Rabies Lewat Imunisasi Rutin

×

DISPKH Parimo Ajak Warga Aktif Cegah Rabies Lewat Imunisasi Rutin

Sebarkan artikel ini
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DISPKH) memberikan vaksin virus rabies kepada hewan peliharaan. ASET: Elly Leu

KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Dalam upaya pengendalian penyakit rabies di Kabupaten Parigi Moutong terus diperkuat melalui berbagai langkah preventif. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DISPKH) setempat mengingatkan masyarakat bahwa pemberian vaksin secara teratur pada hewan peliharaan merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penularan virus yang berbahaya tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala DISPKH Parigi Moutong, I Wayan Purna, S.Pt., M.Si, menjelaskan bahwa rabies termasuk penyakit zoonosis yang dapat berpindah dari hewan ke manusia, terutama melalui gigitan atau kontak dengan air liur hewan yang terinfeksi. Kasus penularan paling banyak melibatkan anjing dan kucing.

Baca Juga:  Seminar IG Durian Montong Digelar, Pemkab Perkuat Legalitas Komoditas Unggulan

“Vaksinasi adalah bentuk perlindungan paling mendasar. Dengan memvaksin hewan peliharaan, kita tidak hanya menjaga kesehatannya, tetapi juga melindungi anggota keluarga dan masyarakat sekitar,” ungkapnya, Senin 23 Februari 2026.

Ia menyampaikan bahwa sejak pertengahan tahun lalu hingga awal 2026, program vaksinasi telah menjangkau ribuan hewan di sejumlah kecamatan. Capaian tersebut menjadi bagian dari target jangka panjang pemerintah daerah untuk menekan angka kasus rabies secara signifikan.

“Semakin luas cakupan imunisasi, semakin kecil peluang virus untuk menyebar. Kami terus mendorong partisipasi warga agar target perlindungan populasi hewan bisa tercapai,” jelasnya.

Baca Juga:  Mensos Risma Jadwalkan Operasi Katarak bagi Warga Parigi Moutong

Selain imunisasi, pihaknya juga mengimbau pemilik hewan agar tidak melepas peliharaan tanpa pengawasan. Masyarakat diminta waspada terhadap tanda-tanda yang tidak biasa pada hewan, seperti perilaku agresif, ketakutan berlebihan, atau keluarnya air liur secara terus-menerus.

“Apabila terjadi gigitan, langkah pertama adalah membersihkan luka dengan sabun dan air mengalir selama sekitar 15 menit. Setelah itu, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” tegasnya.

Untuk memperluas jangkauan program, DISPKH bekerja sama dengan Yayasan JAAN Kesejahteraan Hewan dalam pelaksanaan vaksinasi massal dan edukasi publik mengenai bahaya rabies serta pentingnya perawatan hewan yang bertanggung jawab.

Baca Juga:  Bangun Ekosistem Ekonomi Modern, Parigi Moutong Gandeng Kementerian Transmigrasi

Wayan Purna menambahkan bahwa keberhasilan pengendalian rabies sangat bergantung pada kepedulian masyarakat.

“Pencegahan rabies membutuhkan kolaborasi semua pihak. Jika masyarakat aktif dan peduli, kita optimistis Parigi Moutong dapat terbebas dari ancaman rabies,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *