Example floating
Example floating
Example 728x250
Parigi Moutong

Latsar CPNS 2025 Parigi Moutong Ditutup, Pemerintah Tekankan Profesionalitas ASN Baru

×

Latsar CPNS 2025 Parigi Moutong Ditutup, Pemerintah Tekankan Profesionalitas ASN Baru

Sebarkan artikel ini
Pemkab Parigi Moutong tutup Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Formasi Tahun 2024 di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong. ASET: Istimewa

KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Formasi Tahun 2024 di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong Golongan II dan III Angkatan XIV (14) dan XV (15) tahun 2025 ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid. Bertempat di Aula Lantai II Kantor Bupati, Senin 1 Desember 2025.

Sebelum prosesi penutupan, Wakil Bupati Abdul Sahid menyerahkan Piagam Penghargaan kepada 10 peserta terbaik angkatan XIV sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah atas dedikasi dan prestasi mereka selama menjalani tiga bulan pelatihan.

Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi peserta untuk terus meningkatkan kualitas diri saat memasuki dunia kerja sebagai ASN.

Baca Juga:  Jaga Kamtibmas Selama Ramadhan, Polres Parigi Moutong Gelar Operasi Pekat Tinombala 2024

Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya sikap rendah hati setelah resmi menjadi Aparatur Sipil Negara. Ia menegaskan bahwa jabatan bukan alasan untuk berperilaku sombong.

“Saya hanya meminta dua hal agar kalian menjadi ASN yang hebat: jujur dan rajin. Dua prinsip ini akan menjadi pegangan utama dalam perjalanan karier kalian,” ujarnya.

Abdul Sahid juga mengingatkan bahwa disiplin dan perilaku terpuji menjadi cerminan penting seorang PNS di lingkungan kerja mana pun ia ditempatkan.

Wabup menegaskan bahwa berakhirnya Latsar bukan berarti tugas selesai, melainkan titik awal perjalanan panjang sebagai pelayan negara dan masyarakat.

Baca Juga:  BKPSDM Parigi Moutong Gelar Rakor Kepegawaian

“Jaga amanah dan integritas. Jadilah aparatur yang profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyinggung permasalahan penempatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ia menjelaskan bahwa sering kali pegawai dinyatakan lulus di satu unit kerja, namun penempatannya berada di unit kerja yang berbeda dari pilihan awal.

“Contohnya, ada yang dinyatakan lulus di RSUD Anuntaloko tetapi SK penempatannya di RS Moutong. Hal ini dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan tenaga dan domisili pegawai yang sudah ahli di bidangnya,” jelasnya.

Baca Juga:  IKM Jadi Wadah Kolaborasi Penguatan Industri Kecil di Parigi Moutong

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memperjuangkan penyusunan regulasi penempatan agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati berpesan agar seluruh peserta Latsar memegang teguh prinsip kejujuran, etos kerja, kedisiplinan, dan profesionalitas.

“PNS bukan hanya motor penggerak pembangunan, tetapi juga barometer keteladanan di lingkungan kerjanya,” pungkasnya.

Penutupan ditandai dengan pelepasan atribut kartu tanda peserta secara simbolis oleh Wakil Bupati, didampingi Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Moh. Yasin Baculum, S.Sos., MT, serta Kepala BKPSDM Parigi Moutong, Mahmud M. Tandju, SH., MH.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *