KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Panggung AATC Berani Cup V Tahun 2026 dimanfaatkan PELTI Kabupaten Parigi Moutong sebagai ajang mengukur kesiapan para petenis binaannya sebelum menghadapi persaingan yang lebih tinggi. Turnamen yang berlangsung di Lapangan Tenis GOR KONI Sulawesi Tengah, Palu, tersebut menjadi bagian dari program pembinaan untuk meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus kemampuan kompetitif atlet.
Sebanyak 186 petenis dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Kontingen Parigi Moutong mengirimkan atlet pada beberapa kategori, mulai dari Beginner Putra/Putri, Beginner Upper Putra, Intermediate Putra hingga Tunggal Prestasi, dengan total tujuh nomor pertandingan.
Keikutsertaan atlet Parigi Moutong dalam turnamen ini menjadi salah satu langkah PELTI di bawah kepemimpinan Ketua PELTI Parigi Moutong, Hestiwati Nanga, S.KM., M.Kes., dalam membangun pembinaan yang berkesinambungan. Kompetisi tidak semata-mata dijadikan tempat mengejar gelar juara, tetapi juga sebagai media evaluasi terhadap perkembangan teknik, fisik, mental, dan pengalaman para atlet.
Sekretaris PELTI Parigi Moutong, Iswan S. Adjam, mengatakan seluruh atlet mendapat pendampingan selama mengikuti pertandingan. Pengawalan tersebut dilakukan untuk memastikan atlet tetap fokus sekaligus memperoleh pengalaman maksimal dari setiap pertandingan yang dijalani.
“Sesuai arahan Ibu Ketua PELTI Parigi Moutong, kami mengawal seluruh atlet sejak awal pertandingan hingga kompetisi selesai. Kami berharap mereka dapat memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama baik Kabupaten Parigi Moutong,” ujar Iswan.
Menurutnya, proses pembinaan atlet membutuhkan waktu dan tidak dapat hanya mengandalkan hasil dari satu kompetisi. Kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan kedisiplinan, mental bertanding, serta keberanian menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda.
“Kami terus membangun pembinaan secara bertahap dan berkelanjutan. Atlet tidak hanya dituntut berprestasi, tetapi juga harus memiliki disiplin, mental kuat, serta semangat untuk terus berkembang,” katanya.
PELTI Parigi Moutong juga menilai regenerasi menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan prestasi tenis daerah. Karena itu, atlet-atlet muda terus diberikan kesempatan mengikuti latihan dan kompetisi agar memiliki jam terbang yang cukup sebelum menghadapi pertandingan dengan level persaingan yang lebih tinggi.
Sementara itu, Ketua Panitia AATC Berani Cup V 2026, AKBP Ridwan, menyampaikan bahwa kejuaraan tersebut dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembinaan dan penjaringan atlet potensial Sulawesi Tengah.
“Turnamen ini menjadi bagian dari pembinaan dan seleksi atlet muda yang dipersiapkan untuk menghadapi POPDA, PORPROV hingga kompetisi tingkat nasional,” jelas Ridwan.
Bagi PELTI Parigi Moutong, kejuaraan tersebut juga menjadi bahan evaluasi untuk menentukan program latihan berikutnya. Performa atlet selama pertandingan akan menjadi salah satu pertimbangan dalam melihat aspek yang masih perlu diperbaiki, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding.
Pengalaman menghadapi petenis dari berbagai daerah dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan diri atlet. Dengan bertemu lawan yang memiliki gaya dan tingkat permainan berbeda, para pemain diharapkan semakin terbiasa menghadapi tekanan kompetisi.
Keikutsertaan di AATC Berani Cup V 2026 sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Sulawesi Tengah di Kabupaten Morowali. Setiap kompetisi yang diikuti diharapkan dapat menjadi tahapan pematangan atlet sebelum memasuki persaingan yang lebih besar.
Ketua PELTI Parigi Moutong bersama jajaran pengurus juga terus mendorong keterlibatan pelatih dan atlet dalam membangun pola pembinaan yang konsisten. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan proses regenerasi berjalan dan tidak berhenti pada pencapaian satu generasi atlet.
Melalui pembinaan yang terarah, PELTI Parigi Moutong menargetkan semakin banyak petenis daerah yang mampu bersaing di level provinsi bahkan nasional. AATC Berani Cup V menjadi salah satu bagian dari proses panjang tersebut, sekaligus ruang bagi atlet untuk belajar dari setiap pertandingan yang mereka jalani.













