Parigi Moutong

Tutup Musda PWRI, Erwin Burase Harapkan Purnabakti Tetap Berperan bagi Daerah

×

Tutup Musda PWRI, Erwin Burase Harapkan Purnabakti Tetap Berperan bagi Daerah

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, resmi menutup kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) dan Festival Seni ke-IV Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026. ASET: IST

PARIGI MOUTONG, KUTORA.ID – Pengalaman panjang para pensiunan aparatur negara dinilai masih memiliki nilai penting bagi kemajuan daerah. Berbekal pengetahuan, kedisiplinan, serta pengalaman selama bertugas, anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) diharapkan terus menjadi bagian dari upaya memperkuat kehidupan sosial, menjaga persatuan, dan mendukung pembangunan di Sulawesi Tengah.

Harapan tersebut disampaikan Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, S.Kom., saat menutup Musyawarah Daerah (Musda) dan Festival Seni ke-IV PWRI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Minggu 1 November 2026, sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 PWRI.

Kabupaten Parigi Moutong mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah penyelenggaraan agenda tingkat provinsi tersebut. Kegiatan ini mempertemukan pengurus dan anggota PWRI dari berbagai kabupaten dan kota untuk membahas keberlanjutan organisasi sekaligus mempererat hubungan melalui kegiatan seni dan budaya.

Dalam sambutannya, Erwin menyampaikan penghargaan kepada pengurus PWRI Provinsi Sulawesi Tengah, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan. Ia juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Parigi Moutong sebagai tempat berlangsungnya Musda dan Festival Seni ke-IV.

Baca Juga:  Perkuat Literasi Anak, Bunda Literasi Parimo Dorong Perpustakaan Lebih Aktif

Menurut Erwin, keberadaan PWRI mempunyai arti penting karena organisasi tersebut menghimpun para purnabakti yang telah melewati perjalanan panjang dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Pengalaman mereka merupakan modal sosial yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan masukan, berbagi pengetahuan, serta membantu pemerintah menghadapi berbagai persoalan pembangunan.

“Pengalaman dan nilai-nilai pengabdian yang dimiliki para anggota PWRI merupakan kekuatan yang sangat bernilai. Saya berharap PWRI senantiasa menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah, menjaga persatuan dan kesatuan, serta memperkuat kehidupan bermasyarakat,” ungkap Erwin.

Ia menegaskan bahwa masa purnabakti tidak seharusnya menjadi batas bagi seseorang untuk tetap berkontribusi. Para anggota PWRI masih memiliki kesempatan untuk mengambil peran melalui kegiatan sosial, pembinaan masyarakat, penyampaian gagasan, maupun keterlibatan dalam menjaga keharmonisan lingkungan.

Selain menekankan kontribusi para anggota, Bupati juga menyoroti pentingnya Musda sebagai forum untuk menentukan arah dan keberlanjutan organisasi. Melalui musyawarah tersebut, pengurus dan anggota dapat mengevaluasi pelaksanaan program sebelumnya, menyampaikan pandangan, serta menyusun langkah strategis yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Erwin berharap keputusan yang dihasilkan dalam Musda mampu memperkuat persatuan internal PWRI dan mendorong lahirnya program-program yang memberikan manfaat nyata. Ia juga mengharapkan organisasi tersebut terus membangun kemitraan dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat sehingga perannya tidak terbatas pada kegiatan internal organisasi.

Baca Juga:  Panitia Kerja DPRD Parigi Moutong Resmi Dibentuk

Di sisi lain, pelaksanaan Festival Seni ke-IV menjadi ruang bagi para anggota PWRI untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dari daerah masing-masing. Kegiatan ini dinilai memiliki nilai lebih karena memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mempertahankan tradisi dan memperluas apresiasi terhadap seni budaya daerah.

Erwin menyampaikan bahwa seni dan budaya merupakan bagian penting dari identitas masyarakat. Di dalamnya terkandung sejarah, nilai kehidupan, tradisi, serta kearifan lokal yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

Karena itu, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan semua kalangan, termasuk para purnabakti yang memiliki pengalaman dan pengetahuan mengenai perkembangan tradisi di daerahnya. Festival seni diharapkan menjadi salah satu sarana untuk menjaga agar warisan budaya tetap dikenal dan tidak tergerus perubahan zaman.

Kabupaten Parigi Moutong sendiri memiliki keberagaman tradisi dan potensi seni yang dapat terus dikembangkan. Melalui pertemuan PWRI tingkat provinsi tersebut, Bupati berharap terbuka kesempatan untuk memperluas kerja sama dalam bidang kebudayaan, pariwisata, serta pengembangan ekonomi kreatif.

Baca Juga:  Ritual Adat Iringi Penyambutan Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong

Lebih jauh, pertemuan pengurus dan anggota PWRI dari berbagai wilayah Sulawesi Tengah juga menjadi kesempatan memperkuat hubungan persaudaraan. Interaksi dan pertukaran pengalaman selama kegiatan diharapkan dapat memperkaya gagasan dalam mengembangkan organisasi serta memperluas manfaat keberadaan PWRI di tengah masyarakat.

Pada bagian akhir sambutannya, Erwin kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pengurus, panitia, dan pihak pendukung yang telah menyukseskan rangkaian kegiatan. Ia berharap hubungan silaturahmi yang terjalin selama penyelenggaraan acara dapat terus dipertahankan meskipun kegiatan telah berakhir.

“Semoga PWRI Provinsi Sulawesi Tengah semakin maju, semakin solid, dan semakin besar kontribusinya dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Setelah menyampaikan sambutan, Bupati Parigi Moutong secara resmi menutup Musyawarah Daerah dan Festival Seni ke-IV PWRI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026.

Berakhirnya kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menandai selesainya agenda organisasi dan festival, tetapi juga memperkuat komitmen PWRI untuk terus mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat. Dengan pengalaman dan kepedulian yang dimiliki, para purnabakti diharapkan tetap menjadi mitra pemerintah dalam menjaga persatuan, merawat kebudayaan, serta memberikan sumbangsih pemikiran bagi kemajuan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *