PARIGI MOUTONG, KUTORA.ID – Tiga tim pelajar asal Kabupaten Parigi Moutong berhasil mencatatkan prestasi pada Kejuaraan Bola Voli Antar-Pelajar SMA/SMK se-Sulawesi Tengah “Berani Cup 2026”. Capaian tersebut diraih setelah SMAN 1 Balinggi keluar sebagai juara sektor putra, SMAN 1 Torue menjadi runner-up, sementara SMAN 1 Ampibabo menempati posisi kedua pada kategori putri.
Keberhasilan itu menjadi gambaran positif bagi perkembangan pembinaan bola voli di kalangan pelajar Parigi Moutong. Puncak kompetisi yang berlangsung di Gelora Bumi Kaktus (GBK) Palu, Selasa malam 30 September 2026, bahkan mempertemukan dua sekolah dari daerah yang sama pada partai final putra.
Laga puncak sektor putra mempertemukan SMAN 1 Balinggi dengan SMAN 1 Torue. Kedua tim tampil dengan motivasi tinggi karena sama-sama membawa nama Parigi Moutong. Setelah melewati pertandingan yang berlangsung kompetitif, SMAN 1 Balinggi berhasil mengamankan gelar juara pertama.
SMAN 1 Torue harus puas berada di urutan kedua setelah perjuangan mereka terhenti di partai final. Sedangkan posisi ketiga diraih SMAN 1 Lore Utara dari Kabupaten Poso.
Persaingan ketat juga terjadi pada kategori putri. SMAN 1 Ampibabo berhasil mencapai partai puncak dan menghadapi SMAN 2 Palu. Dalam pertandingan tersebut, SMAN 2 Palu menjadi juara pertama, sementara SMAN 1 Ampibabo mengakhiri turnamen sebagai juara kedua. Posisi ketiga ditempati SMAN 1 Tolitoli.
Rangkaian pertandingan tersebut turut disaksikan Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid. Kehadirannya menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap perkembangan olahraga pelajar sekaligus memberikan dukungan langsung kepada atlet-atlet muda yang membawa nama daerah di tingkat provinsi.
Abdul Sahid mengapresiasi perjuangan seluruh tim Parigi Moutong yang mampu menunjukkan kemampuan hingga mencapai babak final. Menurutnya, hasil tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan atlet sejak usia sekolah.
“Prestasi yang diperlihatkan para pelajar kita patut diapresiasi. Mereka sudah menunjukkan bahwa Parigi Moutong memiliki potensi atlet muda yang mampu bersaing di tingkat Sulawesi Tengah,” ujar H. Abdul Sahid.
Ia menilai kompetisi antarpelajar tidak hanya menjadi sarana untuk mengejar gelar juara, tetapi juga menjadi tempat bagi atlet muda memperoleh pengalaman menghadapi tekanan pertandingan dan lawan dengan karakter permainan yang berbeda.
“Yang kita bangun bukan hanya kemampuan bermain bola voli, tetapi juga mental bertanding, kedisiplinan dan sikap sportif. Semua pengalaman yang diperoleh dalam turnamen seperti ini akan menjadi bagian dari proses pembentukan atlet yang lebih matang,” katanya.
Wakil Bupati berharap keberhasilan SMAN 1 Balinggi, SMAN 1 Torue dan SMAN 1 Ampibabo dapat menjadi pemacu bagi sekolah-sekolah lainnya untuk semakin serius mengembangkan kegiatan olahraga. Pembinaan yang dilakukan secara konsisten dinilai penting agar potensi atlet tidak berhenti pada satu kompetisi.
“Kemenangan ini harus menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Bagi yang belum berhasil meraih juara, jangan berkecil hati. Setiap pertandingan adalah proses untuk belajar dan menjadi lebih baik,” tuturnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memberikan perhatian terhadap kegiatan positif yang dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat. Prestasi di bidang olahraga diharapkan dapat berjalan seiring dengan pendidikan sehingga lahir generasi yang berprestasi sekaligus memiliki karakter dan sportivitas.
“Harapan kita, dari kompetisi seperti ini akan muncul lebih banyak atlet muda yang nantinya mampu membawa nama Parigi Moutong pada ajang yang lebih tinggi,” pungkas Abdul Sahid.













