Parigi Moutong

Kekeringan Melanda Mepanga, Bupati Erwin Burase Salurkan 940 Kg Beras Untuk Warga Ogotion

×

Kekeringan Melanda Mepanga, Bupati Erwin Burase Salurkan 940 Kg Beras Untuk Warga Ogotion

Sebarkan artikel ini
Bupati H. Erwin Burase, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Parigi Moutong menyerahkan bantuan pangan kepada masyarakat di Kecamatan Mepanga. ASET: IST

PARIGI MOUTONG, KUTORA.ID – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menyalurkan 940 kilogram beras cadangan pangan pemerintah kepada 94 kepala keluarga (KK) di Desa Ogotion, Kecamatan Mepanga, Kamis 5 November 2026.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang terdampak kekeringan berkepanjangan. Masing-masing keluarga menerima 10 kilogram beras.

Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Desa Ogotion dan dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Parigi Moutong, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Sekretaris BPBD, serta Camat Mepanga.

Dalam kesempatan itu, Erwin mengatakan, kondisi cuaca di sejumlah wilayah Parigi Moutong saat ini menunjukkan fenomena yang berbeda. Wilayah selatan, seperti Kasimbar, dilanda hujan lebat hingga banjir.
Sementara wilayah utara, mulai dari Mepanga, Bolano hingga Moutong, justru mengalami kekeringan berkepanjangan.

Baca Juga:  DPRD Minta Pemda Parimo Beri Insentif Daerah untuk Pendamping Sosial

Selain berdampak terhadap sektor pertanian dan perkebunan, kondisi kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Di Desa Gunung Sari saja, lebih dari 120 hektare hutan terbakar. Butuh empat hari empat malam untuk memadamkannya. Sebelum itu, sudah lebih dari 50 titik kebakaran terjadi,” ungkap Erwin.

Menurutnya, kekeringan menyebabkan lahan pertanian dan perkebunan warga mengering. Kondisi tersebut turut memengaruhi penghasilan masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan kebutuhan hidup dari hasil kebun.

Baca Juga:  Perjuangkan Infrastruktur Kesehatan, Bupati Erwin Ajukan Sejumlah Usulan ke Menkes

Erwin pun mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan pembakaran lahan. Pasalnya, musim kering diperkirakan masih berlangsung hingga Februari 2027.

Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah lanjutan untuk membantu masyarakat di wilayah yang mengalami dampak kekeringan lebih parah.

Erwin menyampaikan, rombongan pemerintah daerah dijadwalkan melanjutkan penyaluran bantuan ke Kecamatan Tinombo, termasuk desa-desa terpencil seperti Ogobayas, Taipa Obal, dan Patingke yang dilaporkan mengalami kondisi kekeringan cukup kritis.

Selain bantuan pangan, pemerintah daerah juga akan membawa tandon air dan selang guna membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Baca Juga:  Pelantikan PWRI Parigi Moutong, Wabup Dorong Kontribusi Sosial Aktif

“Meskipun bantuan ini tidak seberapa, semoga bisa meringankan beban Bapak dan Ibu sekalian. Pemerintah akan terus memantau dan hadir di tengah masyarakat,” kata Erwin.

Ia menegaskan, luas wilayah Parigi Moutong yang membentang sekitar 512 kilometer menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menjangkau masyarakat, terutama ketika menghadapi bencana dan kondisi darurat.

Karena itu, pemerintah daerah berupaya memastikan penanganan dampak kekeringan dan penyaluran bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *