PARIGI MOUTONG, KUTORA.ID – Penguatan struktur organisasi pemerintahan menjadi salah satu langkah yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong untuk memastikan penyelenggaraan pelayanan publik dan pelaksanaan program pembangunan berjalan lebih optimal. Sejumlah posisi strategis kini diisi melalui pengangkatan pejabat pimpinan tinggi pratama, pengukuhan pejabat fungsional, serta penugasan aparatur sipil negara sebagai pelaksana tugas pada beberapa perangkat daerah.
Penataan organisasi tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, melalui kegiatan pengukuhan dan pelantikan yang berlangsung di Kantor Camat Mepanga, Kamis 5 November 2026.
Dalam agenda tersebut, dua posisi pimpinan perangkat daerah mendapat perhatian, yakni Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida).
Sunarti, S.Pd., M.Pd., resmi diangkat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Pengangkatan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2026, sebagaimana tercantum dalam Pengumuman Nomor 23/Pansel/Selter-JPTP/PM/2026 tertanggal 18 September 2026.
Sementara itu, Irwan, S.KM., M.Kes., dikukuhkan untuk memimpin Bapperida. Penempatan kedua pejabat tersebut diharapkan memperkuat pelaksanaan tugas perangkat daerah, khususnya dalam peningkatan mutu pendidikan serta penyusunan perencanaan pembangunan yang terarah, terukur, dan berkesinambungan.
Selain pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama, kegiatan tersebut juga mencakup pengambilan sumpah dan pelantikan sejumlah pejabat fungsional. Jabatan yang diperkuat meliputi bidang penata kelola penanaman modal, perencanaan, hingga promosi kesehatan.
Penguatan tenaga fungsional ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas teknis aparatur sesuai bidang keahlian masing-masing. Dengan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus, perangkat daerah diharapkan dapat menjalankan tugas secara lebih profesional dan efektif.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Erwin juga menetapkan 15 aparatur sipil negara untuk menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) pada sejumlah jabatan administrator dan sekretariat perangkat daerah. Penugasan tersebut mencakup beberapa unit kerja di lingkungan Sekretariat Daerah, DPRD, serta organisasi perangkat daerah lainnya.
Adapun pejabat yang menerima penugasan sebagai Plt, yakni:
- Adrudin Nur, S.Pd., M.Si. – Plt Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda.
- Narjan Jibran, S.T. – Plt Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Setda.
- Muhammad Adri Januar, S.E. – Plt Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda.
- Niluh Elizabeth, S.E. – Plt Camat Sausu.
- Iwat Heryadi, S.E. – Plt Kepala Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan DPRD.
- Muhammad Ishak H.S., M.Si. – Plt Sekretaris Inspektorat Daerah.
- Rayani, S.H. – Plt Sekretaris BKPSDM.
- Roni Alexander Lela, S.P. – Plt Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan.
- Rahmatia, S.P. – Plt Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
- Iqbal Karim, S.IK. – Plt Sekretaris Bapperida.
- Hasni Jimpa, S.E. – Plt Sekretaris Dinas Perhubungan.
- Miandari, S.KM., M.AP. – Plt Sekretaris Badan Kesbangpol.
- Andi Lendika Soristiawan, S.AP. – Plt Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika.
- Yasir Sam, S.KM. – Plt Sekretaris Dinas Kesehatan.
- Ibrahim, S.E., M.AP. – Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
- Aristo, S.Pd., M.AP. – Plt Sekretaris BPBD.
Dalam arahannya, Erwin mengingatkan bahwa setiap jabatan pemerintahan harus dijalankan dengan tanggung jawab dan dibuktikan melalui hasil kerja. Ia meminta para pejabat yang baru dilantik maupun aparatur yang menerima penugasan tambahan agar menjaga kepercayaan yang telah diberikan.
Menurutnya, profesionalisme, integritas, kedisiplinan, dan kemampuan menyelesaikan persoalan masyarakat harus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Pejabat juga dituntut mampu menghadirkan gagasan dan terobosan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi serta kondisi di lapangan.
Erwin menegaskan bahwa keberhasilan pemerintahan tidak cukup diukur dari susunan jabatan yang terisi, tetapi dari kemampuan setiap perangkat daerah menjalankan program dan memberikan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui penataan organisasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap koordinasi ant perangkat daerah semakin kuat, pelaksanaan program pembangunan lebih terarah, dan kualitas pelayanan publik terus meningkat.
Dengan demikian, perubahan susunan pejabat di lingkungan pemerintah daerah diharapkan tidak berhenti pada pergantian personel, tetapi menjadi dorongan untuk membangun birokrasi yang lebih bertanggung jawab, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Parigi Moutong.












