KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Komitmen DPRD Kabupaten Parigi Moutong dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat kembali ditegaskan melalui kegiatan reses yang dilaksanakan Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Alfres Masboy Tonggiroh, di Desa Beraban, Kecamatan Balinggi, Rabu (22/4/2026). Kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai forum dialog bersama masyarakat untuk menghimpun berbagai persoalan yang dihadapi warga sekaligus menyusun langkah tindak lanjut terhadap kebutuhan pembangunan di wilayah tersebut.
Dalam pertemuan yang dihadiri pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, kelompok tani, dan warga setempat itu, perhatian utama tertuju pada menurunnya hasil panen durian montong yang selama ini menjadi salah satu komoditas andalan masyarakat Desa Beraban.
Para petani mengeluhkan adanya serangan penyakit yang belum diketahui penyebab pastinya dan telah menyerang tanaman durian dalam beberapa musim terakhir. Akibatnya, hasil panen mengalami penurunan sangat signifikan sehingga berdampak langsung terhadap pendapatan petani.
Menurut keterangan warga, produksi durian montong yang sebelumnya mampu mencapai sekitar 10 ton setiap musim panen kini hanya menghasilkan sekitar satu ton. Kondisi tersebut membuat banyak petani mengalami kerugian karena biaya perawatan kebun tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh.
Menanggapi keluhan tersebut, Alfres Masboy Tonggiroh meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, khususnya Dinas Pertanian, segera melakukan penelitian serta pendampingan kepada para petani agar penyebab penyakit tersebut dapat diketahui secara ilmiah.
Ia menilai pemerintah daerah perlu hadir melalui tenaga ahli dan penyuluh pertanian sehingga petani memperoleh solusi yang tepat, bukan hanya mengandalkan berbagai produk pestisida atau obat-obatan yang belum tentu efektif.
“Durian montong merupakan salah satu komoditas unggulan yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat. Pemerintah harus hadir memberikan pendampingan melalui penelitian dan penanganan yang tepat agar produktivitas petani dapat kembali meningkat,” ujar Alfres.
Selain sektor pertanian, masyarakat juga menyampaikan aspirasi mengenai kondisi jaringan irigasi desa yang berada di Dusun II Desa Beraban. Saluran irigasi yang mengalami kerusakan dinilai tidak lagi mampu mengendalikan aliran air sehingga kerap menyebabkan genangan bahkan banjir ketika curah hujan tinggi.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan dan perpanjangan jaringan irigasi agar aliran air dapat berfungsi secara optimal sekaligus mengurangi risiko banjir yang selama ini mengganggu permukiman penduduk maupun kawasan tempat ibadah.
Menanggapi usulan tersebut, Ketua DPRD menegaskan bahwa meskipun pemerintah daerah sedang menghadapi keterbatasan anggaran, program yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat tetap harus menjadi perhatian utama.
“Kita memahami kondisi kemampuan keuangan daerah yang sedang mengalami penyesuaian. Namun untuk kebutuhan yang menyangkut keselamatan masyarakat serta mendukung sektor pertanian, tentu harus menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan,” katanya.
Ia meminta pemerintah desa segera melengkapi seluruh dokumen pendukung, termasuk proposal teknis dan titik koordinat lokasi pekerjaan, agar usulan pembangunan jaringan irigasi sepanjang sekitar 550 meter dapat segera dimasukkan ke dalam agenda pembangunan pemerintah daerah.
Dalam kesempatan yang sama, masyarakat juga mengajukan permohonan bantuan material pembangunan Pura Puncaksari.
Menanggapi permohonan tersebut, Alfres menyatakan kesiapannya mengupayakan dukungan melalui alokasi Pokok Pikiran (Pokir) DPRD sepanjang seluruh persyaratan administrasi dapat dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, setiap bantuan pemerintah harus dilengkapi legalitas yang jelas agar pelaksanaannya berjalan sesuai aturan serta menghindari persoalan hukum di kemudian hari.
“Seluruh dokumen administrasi harus dipenuhi, mulai dari status kepemilikan lahan hingga kelengkapan data lokasi. Hal ini penting agar proses penyaluran bantuan berjalan sesuai regulasi dan memberikan kepastian hukum,” jelasnya.
Menutup kegiatan reses tersebut, Alfres kembali menegaskan pentingnya menjaga kawasan Balinggi sebagai wilayah pertanian produktif yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan Kabupaten Parigi Moutong.
Ia menyatakan dukungannya terhadap upaya pengembangan sektor pertanian melalui peningkatan infrastruktur, akses distribusi hasil pertanian, serta pembangunan konektivitas antarwilayah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Wilayah Balinggi memiliki potensi besar di sektor pertanian. Karena itu, pembangunan ke depan harus diarahkan untuk memperkuat produktivitas petani, meningkatkan infrastruktur pertanian, serta membuka akses ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya.













