KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Nuansa keagamaan dan semangat pembinaan generasi muda mewarnai pembukaan Pekan Seni Budaya Islam (PSBI) XXVIII tingkat Kecamatan Kasimbar di Desa Peningka, Sabtu 22 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak dan remaja untuk mengasah kemampuan sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai Islam.
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, membuka secara resmi kegiatan tersebut dengan didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong, unsur Forkopincam, Camat Kasimbar, para kepala desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Keterlibatan berbagai unsur itu menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda membutuhkan dukungan bersama, tidak hanya dari pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Erwin menekankan bahwa PSBI tidak seharusnya hanya dipandang sebagai ajang perlombaan. Lebih dari itu, setiap kegiatan yang digelar harus mampu memberikan pengalaman sekaligus membentuk sikap dan kepribadian peserta.
“PSBI harus meninggalkan nilai yang lebih besar daripada sekadar prestasi lomba. Anak-anak harus pulang membawa pengalaman, kedisiplinan, rasa percaya diri dan semakin kuat kecintaannya terhadap nilai-nilai agama,” kata Erwin.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi telah membawa berbagai perubahan dalam kehidupan anak-anak. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dari keluarga, sekolah, pemerintah dan lingkungan masyarakat agar generasi muda mampu memilah informasi serta pengaruh yang diterimanya.
Erwin menyebut pendidikan agama memiliki posisi penting dalam membangun ketahanan karakter anak. Nilai keagamaan, menurutnya, perlu diperkuat melalui keteladanan dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kekuatan karakter. Anak-anak perlu dibekali nilai agama dan keteladanan supaya mereka mampu menentukan mana yang baik dan mana yang harus dihindari,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan adanya berbagai tantangan sosial yang dapat mengancam masa depan generasi muda. Penyalahgunaan narkoba, minuman keras, perjudian hingga pergaulan yang tidak sehat dinilai membutuhkan perhatian bersama dari seluruh unsur masyarakat.
Karena itu, orang tua tidak hanya dituntut memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga aktif mengawasi perkembangan dan pergaulan mereka. Pemerintah dan masyarakat juga memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara positif.
Di sisi lain, Bupati menilai pembangunan sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan fisik daerah. Berbagai program pemerintah, termasuk Gerbang Desa, diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas kehidupan masyarakat secara menyeluruh.
PSBI juga dinilai memiliki manfaat dalam memperkuat hubungan sosial antargenerasi muda. Pertemuan peserta dari berbagai wilayah memberikan kesempatan untuk membangun persahabatan, memperluas pengalaman dan menumbuhkan semangat kebersamaan.
Kepada peserta, Erwin berpesan agar setiap perlombaan dijadikan sebagai pengalaman untuk mengembangkan kemampuan. Ia meminta peserta tetap menjunjung sportivitas serta menghargai hasil yang diperoleh dalam setiap pertandingan.
“Ikuti seluruh perlombaan dengan sungguh-sungguh dan jadikan setiap hasil sebagai bagian dari proses belajar. Menang adalah prestasi, tetapi sikap jujur, sportif dan mampu menghargai orang lain jauh lebih penting,” pesannya.
Sementara itu, kepada dewan hakim, Bupati meminta agar seluruh proses penilaian dilaksanakan secara profesional dan objektif. Penilaian diharapkan mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Perhatian juga diarahkan kepada peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam mendampingi generasi muda. Menurut Erwin, keberhasilan pembinaan anak tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah karena keluarga dan lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter.
“Mari kita jadikan PSBI sebagai gerakan pembinaan yang terus hidup di tengah masyarakat. Bukan hanya saat perlombaan berlangsung, tetapi nilai-nilai yang diajarkan harus menjadi kebiasaan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Pembukaan PSBI XXVIII tingkat Kecamatan Kasimbar ditandai dengan pembacaan basmalah dan pemukulan gong oleh Bupati Parigi Moutong. Prosesi tersebut menjadi tanda dimulainya seluruh rangkaian perlombaan dan kegiatan keagamaan yang akan berlangsung dalam agenda PSBI.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap PSBI XXVIII mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Selain menjadi ajang mencari bibit berprestasi di bidang seni dan budaya Islam, kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berakhlak, berkarakter, percaya diri dan memiliki kepedulian terhadap daerah.
Dengan dukungan pemerintah, keluarga, tokoh agama, sekolah dan masyarakat, PSBI diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi berkembang menjadi wadah pembinaan generasi muda yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masa depan Kabupaten Parigi Moutong.













