Example floating
Example floating
Example 7970x250
Parigi Moutong

Motif Bomba Saga Jadi Daya Tarik Dekranasda Parimo di Ajang MTQ

×

Motif Bomba Saga Jadi Daya Tarik Dekranasda Parimo di Ajang MTQ

Sebarkan artikel ini

KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Partisipasi aktif ditunjukkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Parigi Moutong dalam ajang pameran UMKM yang menjadi bagian dari rangkaian Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2026.

Kegiatan yang digelar di kawasan Taman Likuifaksi, Desa Bora, Kecamatan Sigi Biromaru, Sabtu 6 Juni 2026, tersebut menghadirkan berbagai produk unggulan dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah, termasuk dari Parigi Moutong yang menampilkan ciri khas daerahnya.

Baca Juga:  RKPD 2027 Parimo Prioritaskan Program Berbasis Kebutuhan Warga

Ketua Dekranasda Parigi Moutong, Hj Hestiwati Nanga, mengatakan keikutsertaan dalam pameran ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan hasil karya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan potensi kerajinan daerah sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi pelaku UMKM,” ujarnya.”

Dalam pameran tersebut, motif Bomba Saga menjadi salah satu produk unggulan yang ditonjolkan. Motif ini merupakan simbol budaya khas Parigi Moutong yang mulai dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga:  Pasca Kebakaran Asrama, Ketua PMI Beri Dukungan Moral dan Bantuan untuk Korban

Ia menjelaskan, penamaan Bomba Saga memiliki makna tersendiri yang berasal dari istilah Sambulu Gana, yang sebelumnya melalui proses penetapan panjang hingga akhirnya menjadi identitas baru daerah.

Selain kain bermotif khas tersebut, berbagai produk lain juga dipamerkan, mulai dari hasil olahan seperti madu, minyak kelapa murni, hingga produk kerajinan tangan dan komoditas lokal seperti durian.

Meski saat ini proses produksi kain masih melibatkan pengrajin dari luar daerah, Dekranasda Parigi Moutong terus berupaya meningkatkan kemampuan penenun lokal melalui program pembinaan dan pelatihan.

Baca Juga:  Sosialisasi JPT di Parigi Moutong, Sekda: Pahami Mekanisme dan Regulasi

“Kami berharap ke depan produksi bisa dilakukan sepenuhnya oleh penenun lokal, sehingga motif Bomba Saga tidak hanya dikenal di daerah, tetapi juga mampu menembus pasar nasional,” pungkasnya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *