Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahParigi MoutongPendidikanSulawesi Tengah

Anggaran Terbatas, Bantuan Pendidikan Mahasiswa Parigi Moutong Dihentikan

×

Anggaran Terbatas, Bantuan Pendidikan Mahasiswa Parigi Moutong Dihentikan

Sebarkan artikel ini
Plt. Kadisdikbud Parigi Moutong, Sunarti. ASET: IST.

KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Keterbatasan fiskal daerah mendorong Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menghentikan program bantuan pendidikan bagi mahasiswa pada tahun anggaran 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari langkah efisiensi belanja daerah di tengah meningkatnya beban anggaran.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong memastikan pos bantuan pendidikan mahasiswa tidak lagi dimasukkan dalam dokumen anggaran tahun depan. Selama ini, program tersebut ditujukan secara terbatas bagi mahasiswa yang berada pada tahap akhir penyelesaian studi.

Baca Juga:  Gubernur Sulteng Perluas Akses Pendidikan Dengan Beasiswa Tanpa Syarat

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdikbud Parigi Moutong, Sunarti, menjelaskan sejak awal bantuan itu memang memiliki cakupan dan nilai yang terbatas.

“Itu pun bantuannya sangat kecil dan sifatnya terbatas. Hanya untuk mahasiswa yang sudah mau menyelesaikan studi, seperti penyusunan skripsi atau menjelang ujian meja,” ujar Sunarti belum lama ini.

Menurutnya, keputusan penghapusan anggaran bantuan mahasiswa merupakan bagian dari kebijakan penyesuaian belanja daerah agar tetap seimbang dengan kemampuan fiskal.

Pada tahun anggaran 2026, kata dia, pemerintah daerah melakukan rasionalisasi sejumlah pos pengeluaran. Salah satu faktor utama adalah meningkatnya belanja pegawai, khususnya untuk pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Baca Juga:  O2SN dan FLS2N Jenjang SMP di Parigi Moutong Resmi Dimulai

“Karena beban daerah cukup besar, ada beberapa item yang akhirnya dihilangkan,” katanya.

Sebelumnya, bantuan pendidikan tersebut menjadi satu-satunya dukungan langsung dari pemerintah daerah bagi mahasiswa asal Parigi Moutong yang tengah merampungkan studi. Besaran bantuan yang diberikan sekitar Rp2 juta per mahasiswa untuk kebutuhan akhir perkuliahan.

Dengan dihentikannya program itu, mahasiswa, terutama dari keluarga kurang mampu, kini harus menanggung sendiri biaya penyelesaian studi, mulai dari penyusunan skripsi hingga tahapan akhir perkuliahan.

Baca Juga:  Gerak Jalan Tingkat SD dan SMP Meriahkan Hardiknas 2024 di Parigi Moutong

Meski dihentikan pada 2026, Disdikbud Parigi Moutong membuka peluang program tersebut dihidupkan kembali jika kondisi keuangan daerah membaik.

“Harapannya, ke depan bisa dianggarkan kembali. Supaya bisa membantu mahasiswa Parigi Moutong menyelesaikan studinya,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *