KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Proses penentuan pemenang Lomba Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban (K3) Tahun 2026 di Kabupaten Parigi Moutong memasuki tahap akhir. Setelah seluruh penilaian lapangan selesai dilaksanakan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar rapat final untuk membahas hasil evaluasi sekaligus menyempurnakan penetapan peringkat peserta di berbagai kategori perlombaan.
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat DLH, Senin 3 Agustus 2026, dipimpin Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Siti Maryam Tagunu. Pertemuan tersebut dihadiri Tim Ahli Bupati, perwakilan Dharma Wanita Persatuan, TP-PKK, organisasi perangkat daerah (OPD), serta tokoh masyarakat.
Selama rapat berlangsung, para peserta memberikan berbagai masukan mengenai mekanisme penilaian, objektivitas penentuan pemenang, hingga pengembangan pelaksanaan lomba agar memberikan dampak yang lebih luas terhadap kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Selain membahas hasil penilaian, forum juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan mengenai kebersihan lingkungan. Lomba K3 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan ketertiban lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Hj. Siti Maryam Tagunu, menjelaskan bahwa proses penilaian telah dilaksanakan secara menyeluruh pada 27 hingga 30 Juli 2026. Penilaian melibatkan peserta dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah, kantor vertikal, BUMN dan BUMD, desa dan kelurahan, hingga sekolah yang berada di Kecamatan Parigi, Parigi Selatan, Parigi Utara, Parigi Barat, dan Parigi Tengah.
Menanggapi berbagai masukan dalam rapat, Siti Maryam menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan tidak dapat bergantung pada pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Hal ini sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh masyarakat. Tanpa keterlibatan warga, upaya pemerintah akan kurang maksimal jika hanya ditanggung oleh OPD, sekolah, atau instansi tertentu,” tegas Hj. Siti Maryam Tagunu.
Ia juga mengapresiasi antusiasme seluruh peserta selama pelaksanaan lomba. Menurutnya, semangat menjaga kebersihan harus terus dipertahankan dan menjadi budaya yang dilakukan secara konsisten, bukan hanya saat mengikuti perlombaan.
Di sisi lain, Siti Maryam mengungkapkan masih terdapat kendala dalam pelaksanaan program lingkungan, terutama keterbatasan anggaran yang berdampak pada belum optimalnya kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Karena itu, pihaknya berharap dukungan anggaran di sektor lingkungan dapat ditingkatkan pada masa mendatang.
Selain itu, DLH juga mendorong setiap organisasi perangkat daerah untuk membangun sistem pengelolaan sampah secara mandiri di lingkungan kerja masing-masing sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola lingkungan yang lebih baik.
Rapat tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan, di antaranya penyempurnaan kriteria penilaian serta rekomendasi pengembangan Lomba K3 agar pelaksanaannya semakin berkualitas pada tahun-tahun berikutnya.
Sementara itu, hasil akhir beserta daftar pemenang Lomba K3 Tahun 2026 akan diumumkan secara resmi dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.













