KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Guncangan gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026), sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan RSUD Anuntaloko Parigi. Kendati demikian, manajemen rumah sakit memastikan seluruh pelayanan kesehatan tetap berjalan normal dan tidak ditemukan kerusakan pada bangunan maupun fasilitas pelayanan.
Sesaat setelah gempa terjadi, pasien, keluarga pasien, serta tenaga kesehatan langsung melakukan evakuasi mandiri ke area yang dianggap aman. Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, mengatakan pihak rumah sakit segera mengambil langkah darurat untuk menjamin keselamatan seluruh pasien dan petugas medis.
“Ketika gempa terjadi, pasien dan petugas langsung keluar dari ruangan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Saat ini sebagian besar pasien sudah kembali ke ruang perawatan dan pelayanan rumah sakit tetap berjalan seperti biasa,” ujar Irwan.
Sebagai bagian dari prosedur tanggap darurat, manajemen rumah sakit juga menyiapkan tenda darurat yang mampu menampung hingga 12 tempat tidur. Selain itu, sejumlah ruang perawatan di lantai dasar diprioritaskan sebagai lokasi penempatan pasien apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Kami mendirikan tenda darurat dan menyiapkan ruangan yang berada di lantai satu sebagai langkah antisipasi jika terjadi gempa susulan. Keselamatan pasien menjadi prioritas utama kami,” katanya.
Irwan menjelaskan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada kerusakan pada struktur bangunan maupun fasilitas pelayanan kesehatan di RSUD Anuntaloko Parigi. Menurutnya, dampak yang paling dirasakan pascagempa adalah kepanikan yang dialami pasien dan keluarga.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan kerusakan pada gedung rumah sakit. Kondisi yang paling terasa adalah kepanikan pasien, sehingga kami berupaya memberikan rasa aman dan memastikan mereka tetap mendapatkan pelayanan yang optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian besar pasien kini telah kembali ke ruang perawatan, terutama yang berada di lantai satu. Sementara beberapa pasien di lantai atas masih memilih berada di area selasar rumah sakit sambil menunggu kondisi benar-benar aman.
“Sebagian besar pasien sudah kembali dirawat di dalam ruangan, khususnya di lantai satu. Kami tetap memberikan pendampingan kepada pasien yang masih merasa khawatir agar mereka tetap nyaman selama menjalani perawatan,” tambahnya.
Manajemen RSUD Anuntaloko Parigi juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi bangunan dan menyiagakan seluruh petugas kesehatan guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung secara maksimal.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pasien dan keluarga pasien, agar tetap tenang dan tidak panik. Rumah sakit tetap aman dan seluruh layanan kesehatan berjalan sebagaimana mestinya,” pungkas Irwan.














