KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Klub sepak bola Tomini Putra berhasil mengangkat trofi juara Turnamen Sepak Bola KONI Sulteng Cup setelah menaklukkan Januar FC melalui drama adu penalti dengan skor 5-4. Turnamen tersebut secara resmi ditutup oleh Wakil Ketua Umum KONI Kabupaten Parigi Moutong, Mawardin Tjambaru, di Lapangan Baturaja, Desa Tomini, Kecamatan Tomini, Sabtu (17/01/2026).
Partai final berlangsung sengit dan penuh tensi hingga harus ditentukan melalui adu penalti. Januar FC Palasa, klub binaan Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Fraksi PDIP, Nurul Qiram, harus puas menempati posisi juara kedua dan menerima hasil pertandingan dengan penuh sportivitas.
Dalam sambutannya sebelum menutup turnamen, Mawardin Tjambaru mengenang pengalamannya di masa lalu saat pernah bermain di lapangan yang sama pada laga final. Kala itu, pertandingan mempertemukan kesebelasan Ampibabo melawan Tomini, di mana Ampibabo sempat unggul telak dengan skor 3-0.
“Namun setelah tim Tomini memasukkan pemain almarhum Mutasim, keadaan berbalik. Skor berubah menjadi 3-4 dan kemenangan akhirnya diraih oleh Tomini,” kenang Mawardin di hadapan para penonton.
Menurut Mawardin, kisah tersebut seolah kembali terulang pada turnamen kali ini, ketika Tomini Putra kembali menunjukkan keperkasaannya dan keluar sebagai juara di hadapan pendukung sendiri.
Pada kesempatan tersebut, Mawardin juga menyampaikan pesan motivasi kepada para pemain dan masyarakat agar meneladani para senior dan tokoh sepak bola di Kecamatan Tomini, khususnya almarhum Mutasim.
“Almarhum Mutasim adalah penggerak sepak bola di wilayah ini. Dedikasinya tidak pernah hilang dimakan waktu karena telah melahirkan banyak generasi pesepak bola handal, bahkan hingga ke kancah nasional,” ujar Mawardin.
Penyebutan nama almarhum Mutasim dalam sambutan tersebut mengundang rasa haru dari para suporter kedua tim. Sejumlah penonton tampak terenyuh dan meneteskan air mata mengenang jasa tokoh sepak bola Tomini itu.
Menutup sambutannya, Mawardin berharap turnamen ini dapat dimanfaatkan oleh Askab PSSI Parigi Moutong sebagai ajang pemantauan dan penjaringan atlet sepak bola potensial daerah.
“Turnamen seperti ini sangat penting untuk menjaring pemain-pemain berbakat yang nantinya dipersiapkan menghadapi Porprov 2026 di Morowali,” pungkasnya.














