KUTORA.ID, Parigi Moutong – Dalam rangka merealisasikan program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong, Sekda Zulfinasran memimpin rapat koordinasi persiapan peluncuran program pembagian seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP.
Rapat digelar di Aula Kantor Bupati dan diikuti oleh para camat, Kepala Dinas Kominfo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Koordinator Wilayah dari 23 kecamatan. Beberapa peserta dari wilayah terpencil mengikuti secara daring melalui Zoom.
Program ini merupakan bagian dari visi-misi Erwin Burase-Abdul Sahid untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan merata. Pada tahap pertama, sebanyak 3.000 potong seragam akan dibagikan secara simbolis pada pekan depan.
“Kita targetkan 3.000 seragam akan dibagikan pada launching bulan ini, dan sisanya akan diselesaikan pada bulan Agustus. Ini adalah langkah awal, dan kami minta sekolah lainnya untuk bersabar menunggu giliran,” ujar Sekda Zulfinasran dalam arahannya.
Sekda Zulfinasran menegaskan bahwa program seragam gratis ini menjadi prioritas karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya peserta didik baru dari keluarga kurang mampu.
Ia menjelaskan, pada tahap awal akan dibagikan seragam sekolah utama, sementara jenis lainnya seperti seragam olahraga dan batik direncanakan masuk dalam perluasan program di tahun berikutnya.
Adapun mekanisme peluncuran dilakukan secara simbolis kepada perwakilan siswa dari setiap kecamatan, sedangkan kecamatan yang jauh dari ibu kota akan mengikuti prosesi secara daring.
“Kami berharap seluruh pihak, terutama para camat dan koordinator wilayah, bisa mendukung penuh dan menjaga sinergi agar program ini berjalan lancar. Ini adalah langkah strategis yang mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap sektor pendidikan,” ungkap Zulfinasran.
Lebih lanjut, Sekda Zulfinasran menyampaikan apresiasi kepada para camat yang telah aktif mengawal agenda strategis Pemda, khususnya di bidang sosial dan pendidikan.
“Ini bukan sekadar pembagian seragam, tetapi simbol dari kehadiran pemerintah dalam mendampingi masa depan anak-anak kita. Semoga ini menjadi awal dari program-program lima tahun ke depan yang lebih terstruktur, terukur, dan berdampak langsung,” pungkasnya.














