Example floating
Example floating
Example 7970x250
BeritaDaerahEkonomi BisnisParigi MoutongSulawesi Tengah

Harga Minyak Kita di Parigi Moutong Tembus Rp20 Ribu per Liter

×

Harga Minyak Kita di Parigi Moutong Tembus Rp20 Ribu per Liter

Sebarkan artikel ini
Harga minyak goreng rakyat merek Minyak Kita di Kabupaten Parigi Moutong menembus Rp20.000 per liter.
Minyak Kita. ASET: IST.

KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Harga minyak goreng rakyat merek Minyak Kita di Kabupaten Parigi Moutong menembus Rp20.000 per liter.

Angka tersebut ditemukan dalam inspeksi mendadak (sidak) yang digelar Senin (23/2/2026), di Pasar Senggol Tolai, Kecamatan Torue, dan dinilai melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

Sidak dilakukan tim gabungan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Unit II Tipidter Sat Reskrim Polres Parigi Moutong. Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 Wita dengan menyasar dua pusat perdagangan utama, yakni Pasar Inpres Parigi di Kelurahan Kampal dan Pasar Senggol Tolai.

Di Pasar Senggol Tolai, pengecer mengaku menjual Minyak Kita Rp20.000 per liter karena harga pembelian mencapai Rp217.000 per karton. Mereka berdalih harga tersebut sudah naik dari tingkat distributor, sehingga ruang keuntungan menjadi terbatas.

Baca Juga:  Jelang PON 2024: Atlet Sepak Takraw Sulteng Perkuat Fisik dan Teknik

Sementara itu, di Pasar Inpres Parigi, Minyak Kita masih dijual sesuai HET, yakni Rp15.700 per liter. Mayoritas komoditas strategis lainnya juga terpantau stabil. Beras premium dijual Rp14.500 per kilogram, beras medium Rp13.000 per kilogram, dan beras SPHP Rp12.000 per kilogram.

Namun, tim juga menemukan beberapa komoditas melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP). Bawang putih dijual Rp45.000 per kilogram (HAP Rp40.000), sedangkan daging ayam Rp42.500 per kilogram (HAP Rp40.000). Pedagang menyebut kenaikan harga dipengaruhi tingginya pasokan dari Kota Palu.

Baca Juga:  Pemkab Donggala Dorong Tata Kelola Bisnis Internet di Desa

Temuan lain menunjukkan Minyak Kita dijual Rp217.000 per karton di salah satu toko, dengan harga beli Rp210.000 per karton dari distributor di Palu. Selisih harga tersebut kemudian berdampak pada kenaikan harga di tingkat pengecer.

Kasat Reskrim Polres Parigi Moutong, IPTU Anugerah S. Tarigan, menegaskan pihaknya akan mendalami rantai distribusi guna memastikan tidak ada praktik spekulatif.

“Kami akan mendalami rantai distribusi Minyak Kita ini. Jika ditemukan unsur kesengajaan menaikkan harga di atas HET demi keuntungan tidak wajar, tentu akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas IPTU Anugerah.

Ia menambahkan bahwa pengawasan tidak hanya menyasar pedagang eceran, tetapi juga distributor hingga pemasok utama.

Baca Juga:  Wamen HAM RI Apresiasi Gubernur Rusdy Mastura Sebagai The Champion of Human Rights

“Kami mengingatkan seluruh pelaku usaha agar patuh pada HET dan HAP. Jangan bermain-main dengan kebutuhan pokok rakyat. Negara hadir untuk memastikan harga tetap stabil dan mutu pangan terjaga,” tambahnya.

Secara umum, stok pangan di Parigi Moutong dinyatakan aman dan mutu produk yang beredar masih dalam kondisi baik. Tim gabungan melakukan pendataan, dokumentasi, serta memberikan imbauan langsung kepada pedagang agar tidak menjual di atas HET.

Sidak ini menjadi langkah tegas pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam menjaga stabilitas harga serta melindungi daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *