Example floating
Example floating
Pendidikan

Satker PU Mulai Survei, Pembangunan Sekolah Rakyat di Parigi Moutong Masuk Tahap Teknis

×

Satker PU Mulai Survei, Pembangunan Sekolah Rakyat di Parigi Moutong Masuk Tahap Teknis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi gedung Sekolah Rakyat. ASET: AI.

PARIGI MOUTONG, Kutora.id Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mulai memasuki tahap teknis setelah Satuan Kerja (Satker) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulawesi Tengah melakukan survei di lokasi pembangunan, Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat.

Survei yang dilakukan meliputi pemeriksaan air tanah dan pengujian sondir untuk mengetahui kondisi lahan serta mendukung penyusunan perencanaan teknis bangunan Sekolah Rakyat.

Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Parimo, Syafaat Pampi, mengatakan proses perencanaan pembangunan telah dimulai dan Satker Kementerian PU telah melakukan sejumlah kegiatan teknis di lokasi.

“Sampai dengan saat ini, perencanaan sudah dimulai. Satker Kementerian PU di Provinsi Sulawesi Tengah juga melakukan beberapa hal, yakni survei air tanah dan pengujian sondir di lahan Sekolah Rakyat,” ungkap Syafaat, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Baca Juga:  Wakil Rektor UT Palu Temui Bupati Parigi Moutong, Ini yang Dibahas

Menurut Syafaat, survei air tanah dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber air bersih yang dapat memenuhi kebutuhan operasional Sekolah Rakyat. Hasil survei juga diperlukan untuk menentukan titik sumber air yang tepat bagi pembangunan sarana sanitasi dan fasilitas pendukung lainnya.

Hal tersebut dinilai penting karena Sekolah Rakyat nantinya akan memiliki banyak penghuni, mulai dari peserta didik, guru hingga tenaga pendukung lainnya.

“Survei ini sudah dilakukan langsung pihak Satker. Ini juga bagian dari syarat pembangunan Sekolah Rakyat,” jelasnya.

Baca Juga:  Gerak Jalan Tingkat SD dan SMP Meriahkan Hardiknas 2024 di Parigi Moutong

Selain survei air tanah, pengujian sondir dilakukan untuk mengetahui kondisi dan daya dukung lapisan tanah di lokasi pembangunan. Hasil pengujian tersebut akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan perencanaan pondasi gedung Sekolah Rakyat.

Tahapan tersebut menjadi semakin penting setelah adanya perubahan rencana bangunan. Gedung yang sebelumnya direncanakan dua lantai kini akan dibangun menjadi empat lantai seiring dengan bertambahnya kuota peserta didik.

“Kuota Kabupaten Parimo bertambah menjadi 2.000 siswa. Jadi bangunan ditambah menjadi empat lantai,” ujarnya.

Baca Juga:  Dukung Pendidikan, Pemkab Parimo Distribusikan Seragam Gratis untuk 15.400 Siswa Baru

Dengan kapasitas yang meningkat, perencanaan teknis bangunan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lahan. Pemeriksaan teknis di lokasi dilakukan sebagai bagian dari persiapan sebelum pembangunan fisik dimulai.

Tahap selanjutnya, Satker Kementerian PU akan kembali melakukan peninjauan lokasi sebelum proses lelang konstruksi dilaksanakan pada Oktober-November 2026.

Setelah proses lelang selesai, pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Jono Kalora ditargetkan mulai dilaksanakan sekitar Desember 2026.

“Kami berharap proses perencanaan yang telah disusun ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana, agar pembangunan Sekolah Rakyat bisa segera terealisasi sesuai jadwal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *