KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Kepercayaan terhadap kualitas tata kelola dan sistem pelayanan RSUD Anuntaloko Parigi kembali mendapat pengakuan. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong tersebut dipilih sebagai lokasi kaji banding oleh RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi dalam rangka mempelajari berbagai inovasi dan manajemen pelayanan kesehatan yang diterapkan.
Kunjungan yang berlangsung pada Kamis 30 April 2026, itu menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar-rumah sakit daerah dalam berbagi pengalaman dan praktik baik guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Sulawesi Tengah.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, mengatakan kunjungan tersebut diikuti oleh 26 peserta, termasuk Direktur RSUD Tora Belo Sigi dan sejumlah jajaran manajemen rumah sakit.
“Kami merasa bangga dan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan RSUD Tora Belo kepada RSUD Anuntaloko sebagai tempat belajar dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan rumah sakit,” ujar Irwan.
Ia menjelaskan, agenda kaji banding meliputi pembelajaran mengenai sistem manajemen pelayanan, tata kelola organisasi, hingga berbagai mekanisme operasional yang selama ini diterapkan di RSUD Anuntaloko Parigi.
Menurutnya, hasil dari kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi bagi RSUD Tora Belo dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Sigi.
“Apa yang kami terapkan di RSUD Anuntaloko tentu tidak semuanya sempurna, tetapi kami berupaya membangun sistem pelayanan yang terus berkembang dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Irwan menilai dipilihnya RSUD Anuntaloko sebagai lokasi kaji banding merupakan bentuk apresiasi terhadap berbagai pembenahan dan inovasi yang selama ini dilakukan oleh rumah sakit.
“Ada banyak rumah sakit lain yang dapat menjadi tujuan studi, namun mereka memilih datang ke Parigi. Ini menunjukkan bahwa ada hal-hal positif yang dinilai layak untuk dipelajari dan dibagikan bersama,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, manajemen RSUD Tora Belo juga memberikan apresiasi terhadap sejumlah sistem pelayanan yang diterapkan di RSUD Anuntaloko, khususnya terkait tata kelola pelayanan dan manajemen rumah sakit.
Meski demikian, Irwan menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berpuas diri. Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan sektor yang harus terus dibenahi seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan harapan masyarakat.
“Tidak ada pelayanan yang benar-benar sempurna. Karena yang kami layani adalah manusia dengan kondisi dan kebutuhan yang beragam, maka evaluasi dan perbaikan harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterbukaan terhadap kritik, saran, dan masukan menjadi bagian penting dalam membangun budaya pelayanan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
“Kami selalu membuka ruang untuk belajar dan berbenah. Setiap masukan menjadi energi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan kaji banding tersebut, RSUD Anuntaloko Parigi berharap terjalin kerja sama yang semakin erat antar-rumah sakit daerah, sehingga berbagai praktik baik dalam pengelolaan pelayanan kesehatan dapat diterapkan secara lebih luas demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata di Sulawesi Tengah.














