KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Transformasi pelayanan kesehatan berbasis digital terus diperkuat RSUD Anuntaloko Parigi, Kabupaten Parigi Moutong. Salah satu inovasi yang kini dioptimalkan adalah penempatan Duta Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (M-JKN) di area pelayanan poliklinik guna membantu masyarakat mengakses layanan kesehatan secara lebih mudah, cepat, dan efisien.
Kehadiran Duta M-JKN menjadi bagian dari strategi rumah sakit dalam meningkatkan pemanfaatan layanan digital sekaligus mengurangi kepadatan antrean pasien yang selama ini masih terjadi di sejumlah unit pelayanan.
Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Anuntaloko Parigi, dr. Flora, menjelaskan bahwa para Duta M-JKN bertugas mendampingi pasien sejak awal, mulai dari proses pengunduhan aplikasi, aktivasi akun, hingga memberikan edukasi mengenai berbagai fitur yang tersedia dalam aplikasi Mobile JKN.
“Kami menempatkan Duta Mobile JKN di area pelayanan poliklinik agar pasien yang belum memahami penggunaan aplikasi dapat memperoleh pendampingan secara langsung. Dengan begitu, masyarakat akan lebih mudah mengakses layanan kesehatan secara digital,” ujar dr. Flora, Senin 22 Juni 2026.
Ia mengatakan, penerapan sistem pelayanan digital melalui Mobile JKN memberikan banyak kemudahan bagi peserta JKN, terutama dalam melakukan pendaftaran secara daring, mendapatkan nomor antrean, serta mengetahui jadwal pelayanan sebelum datang ke rumah sakit.
Menurutnya, sistem tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pelayanan sekaligus menciptakan suasana pelayanan yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.
“Melalui aplikasi Mobile JKN, pasien tidak perlu lagi datang terlalu pagi hanya untuk mengambil nomor antrean. Semua proses bisa dilakukan dari rumah sehingga waktu tunggu dapat diminimalkan,” jelasnya.
Meski demikian, RSUD Anuntaloko masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam mengubah kebiasaan sebagian masyarakat yang masih lebih nyaman menggunakan sistem pelayanan secara manual.
dr. Flora mengungkapkan, masih terdapat pasien yang telah mendaftar melalui aplikasi Mobile JKN namun tidak hadir sesuai jadwal yang telah ditentukan sehingga memengaruhi pengaturan antrean pelayanan.
“Perubahan pola pelayanan memang membutuhkan proses adaptasi. Kami terus melakukan edukasi agar masyarakat semakin disiplin memanfaatkan layanan digital dan datang sesuai jadwal yang telah dipilih,” katanya.
Ia menambahkan, kelompok lanjut usia (lansia), khususnya para pensiunan, masih menjadi segmen yang memerlukan pendampingan lebih intensif dalam penggunaan aplikasi Mobile JKN.
Sebagian dari mereka, lanjutnya, masih memilih pelayanan secara manual karena faktor kebiasaan dan belum terbiasa menggunakan teknologi digital.
“Karena itu, peran Duta Mobile JKN tidak hanya sebatas membantu penggunaan aplikasi, tetapi juga menjadi jembatan edukasi agar masyarakat semakin siap menghadapi transformasi pelayanan kesehatan berbasis digital,” tambahnya.
RSUD Anuntaloko Parigi berharap penguatan peran Duta Mobile JKN dapat mendorong meningkatnya literasi digital masyarakat sekaligus menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif, cepat, dan terintegrasi.
“Kami ingin membangun budaya pelayanan yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pada akhirnya, seluruh inovasi ini bermuara pada satu tujuan, yakni memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkas dr. Flora.














