KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus mematangkan persiapan penetapan lima kecamatan sebagai kawasan transmigrasi. Dari lima wilayah yang diusulkan, Kecamatan Ongka dan Moutong menjadi prioritas karena dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian terpadu sekaligus kawasan permukiman baru.
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, mengungkapkan bahwa penetapan resmi kawasan transmigrasi tersebut direncanakan akan dilakukan langsung oleh Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. Namun, agenda kunjungan yang sebelumnya dijadwalkan pada 11 Februari 2026 harus ditunda.
“Sedianya Bapak Menteri hadir hari ini, tetapi karena ada agenda lain, kunjungan tersebut ditunda. Insyaallah akan dijadwalkan kembali pada bulan Ramadan,” ujar Erwin saat memberikan sambutan pada kegiatan Gerakan Tanam Jagung Jaksa Mandiri Pangan dan Desa Mandiri Pangan di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kamis 12 Februari 2026.
Erwin menjelaskan, rencana penetapan lima kecamatan sebagai kawasan transmigrasi telah diperkuat melalui Surat Keputusan Bupati. Pemerintah daerah, kata dia, juga telah melakukan berbagai persiapan teknis dan administratif guna memastikan program berjalan optimal ketika ditetapkan secara resmi.
Ia menambahkan, kunjungan Menteri Transmigrasi nantinya tidak hanya berfokus pada seremoni penetapan kawasan. Sejumlah agenda pendukung juga telah disiapkan, mulai dari penanaman pohon induk kakao, distribusi bibit tanaman, pelepasan ekspor durian, hingga kegiatan panen kelapa dalam.
“Rangkaian kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong pengembangan wilayah secara terpadu,” jelasnya.
Pemkab Parigi Moutong menaruh harapan besar terhadap program transmigrasi tersebut. Pemerintah daerah meyakini, pengembangan kawasan transmigrasi dapat membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, menciptakan peluang kerja, serta mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai kecamatan yang telah ditetapkan.














