Example floating
Example floating
DaerahPaluParigi MoutongSosial BudayaSulawesi Tengah

Pelantikan Pengurus BMA Sulteng, Wabup Parigi Moutong Tegaskan Dukungan terhadap Pelestarian Adat

×

Pelantikan Pengurus BMA Sulteng, Wabup Parigi Moutong Tegaskan Dukungan terhadap Pelestarian Adat

Sebarkan artikel ini
Pelantikan Pengurus BMA Sulteng. ASET: Istimewa.

KUTORA.ID, PALU – Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam mendukung pelestarian adat dan budaya daerah saat menghadiri pelantikan Pengurus Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Sulawesi Tengah periode 2026–2031 di Gedung Sidang DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Palu, Kamis (6/8).

Menurut Abdul Sahid, keberadaan lembaga adat memiliki peran strategis dalam memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Alhamdulillah, dengan adanya pelantikan ini seluruh persatuan adat dapat semakin berfungsi dengan baik. Semoga adat tetap berjaya di Provinsi Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus mendukung berbagai upaya pelestarian adat di daerah. Dengan wilayah yang mencakup 23 kecamatan, pemerintah daerah berharap nilai-nilai adat tetap terjaga dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga:  Ajang Kreativitas PAUD 2025: Wadah Ekspresi Anak dan Apresiasi Guru

Abdul Sahid juga berharap lembaga adat, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keharmonisan masyarakat, menyelesaikan berbagai persoalan melalui musyawarah, serta memperkuat persatuan dan pembangunan daerah yang berlandaskan kearifan lokal.

Pelantikan Pengurus BMA Provinsi Sulawesi Tengah periode 2026–2031 menjadi momentum memperkuat kelembagaan adat sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat dalam menjaga nilai-nilai budaya serta kearifan lokal di Sulawesi Tengah.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Mohammad Arus Abdul Karim, Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan, Gubernur Sulawesi Tengah periode 2006–2011 Mayjen TNI (Purn.) H. Bandjela Paliudju, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, para ketua majelis adat dan lembaga adat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Baca Juga:  Dapat Nomor Urut 4, Erwin-Sahid Opitimis Menangkan Pilkada Parigi Moutong

Dalam kesempatan itu, Mulyadin Malik Tandagimpu, dikukuhkan sebagai Ketua BMA Provinsi Sulawesi Tengah masa bakti 2026–2031. Prosesi pelantikan ditandai dengan pemasangan tanda jabatan dan penyerahan bendera pataka sebagai simbol dimulainya kepengurusan baru.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido mengatakan Badan Musyawarah Adat memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan adat istiadat serta budaya daerah.

Menurutnya, Sulawesi Tengah merupakan daerah yang kaya akan keberagaman budaya, bahasa daerah, seni, tradisi, dan hukum adat yang hidup di tengah masyarakat multietnis sehingga perlu dijaga sebagai bagian dari identitas daerah.

Baca Juga:  Enam Program Prioritas Jadi Penggerak Implementasi Gerbang Desa di Parigi Moutong

“Pembangunan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan yang sejati adalah pembangunan yang mampu menjaga identitas budaya, menghormati masyarakat hukum adat, melestarikan bahasa daerah, seni, tradisi, dan kearifan lokal, serta memperkuat persatuan dalam keberagaman,” kata Reny.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen menjadikan lembaga adat sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. BMA diharapkan tidak hanya menjadi penjaga tradisi, tetapi juga mampu berperan sebagai pelopor pelestarian budaya, penguatan karakter bangsa, penyelesaian persoalan sosial melalui pendekatan adat, serta penggerak pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai luhur masyarakat.

Reny juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengedepankan semangat musyawarah, gotong royong, dan kebersamaan dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *