KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong berkolaborasi dengan komunitas Relawan Mangrove Teluk Tomini menggelar aksi rehabilitasi pesisir di Pantai Desa Mertasari, Kecamatan Parigi, pada Minggu 15 Februari 2026. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui penanaman bibit mangrove sebagai upaya memperkuat perlindungan alami kawasan pantai.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, mengatakan penanaman mangrove menjadi salah satu strategi pengurangan risiko bencana yang berbasis ekosistem. Menurutnya, wilayah pesisir rentan terhadap abrasi, gelombang tinggi, dan dampak perubahan iklim sehingga perlu langkah pencegahan jangka panjang.
“Penanaman mangrove ini adalah bagian dari komitmen kami membangun perlindungan alami pesisir. Vegetasi mangrove mampu menahan laju abrasi, meredam hempasan ombak, serta mengurangi risiko masuknya air laut ke daratan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan mangrove juga memberi manfaat ekologis dan ekonomi. Selain menjaga keseimbangan lingkungan, kawasan mangrove menjadi tempat hidup berbagai jenis biota laut yang mendukung mata pencaharian masyarakat pesisir.
“Ekosistem mangrove bukan hanya benteng alami, tetapi juga sumber kehidupan bagi warga sekitar. Di sisi lain, mangrove berperan menyerap karbon yang membantu menekan dampak perubahan iklim,” jelas Rivai.
Sekretaris Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Parigi Moutong, Didit Lakoro, menuturkan kegiatan tersebut turut dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat agar semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa menjaga mangrove berarti menjaga keselamatan bersama. Keterlibatan warga sangat menentukan keberhasilan upaya ini,” katanya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas lingkungan, diharapkan kawasan pesisir Parigi Moutong semakin tangguh menghadapi ancaman bencana sekaligus tetap terjaga kelestariannya untuk generasi mendatang.














