Example floating
Example floating
Example 7970x250
Parigi MoutongPeristiwa

BPBD Parimo Intensifkan Penanganan Banjir di Sejumlah Desa

×

BPBD Parimo Intensifkan Penanganan Banjir di Sejumlah Desa

Sebarkan artikel ini
Curah hujan yang tinggi akibatkan banjir di Kecamatan Moutong dan Bolano Lambunu. ASET: IST

KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Bencana banjir kembali melanda wilayah utara Kabupaten Parigi Moutong setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur daerah tersebut selama beberapa hari terakhir. Luapan sungai menyebabkan ratusan warga di Kecamatan Moutong dan Bolano Lambunu terdampak, sementara akses dan sejumlah fasilitas umum ikut terendam.

Selain banjir, kondisi cuaca ekstrem juga memicu terjadinya tanah longsor di beberapa titik sehingga pemerintah daerah terus meningkatkan langkah penanganan darurat dan pemantauan di lapangan.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Rivai mengatakan tim reaksi cepat bersama aparat desa masih melakukan asesmen dan pendataan terhadap wilayah terdampak.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan beberapa desa kembali terdampak banjir. Selain itu, terjadi juga tanah longsor di Dusun VII Desa Petanasugi Kecamatan Bolano Lambunu,” ujarnya di Parigi, Selasa 19 Mei 2026.

Baca Juga:  Sekolah Berbasis Lingkungan, SMKN 1 Toribulu Raih Apresiasi

Berdasarkan data sementara Pusat Pengendalian Operasi BPBD Parigi Moutong, sedikitnya 132 kepala keluarga terdampak banjir yang tersebar di sejumlah desa.

Rinciannya, sebanyak 66 kepala keluarga berada di Desa Tuladenggi Pantai Kecamatan Moutong, delapan kepala keluarga di Desa Sialopa, serta 58 kepala keluarga di Desa Gunung Sari Kecamatan Bolano Lambunu.

Banjir pertama dilaporkan terjadi di Desa Tuladenggi Pantai pada Senin dini hari sekitar pukul 03.00 WITA setelah debit sungai meningkat akibat hujan deras yang berlangsung cukup lama. Air kemudian merendam permukiman warga di Dusun I dan Dusun II.

Sementara di Desa Gunung Sari Kecamatan Bolano Lambunu, banjir terjadi pada Selasa sore sekitar pukul 15.10 WITA dan menggenangi sejumlah wilayah mulai dari Dusun II hingga Dusun VI.

Baca Juga:  Program Torue Berdaya Resmi Diluncurkan, Dorong Pemberdayaan Desa Berbasis Teknologi

Pada hari yang sama, Desa Sialopa Kecamatan Moutong juga terdampak banjir sekitar pukul 13.00 WITA. Meski demikian, kondisi di desa tersebut mulai berangsur membaik setelah air perlahan surut.

“Warga di Desa Sialopa sudah mulai membersihkan rumah dan lingkungan yang sebelumnya sempat tergenang,” jelas Rivai.

Selain merendam rumah penduduk, banjir juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum seperti polindes, masjid, musholla, posyandu, lapangan sepak bola, jalan usaha tani, hingga akses jalan penghubung antarwilayah.

Menurut Rivai, meluapnya air sungai dipicu tingginya curah hujan dan kondisi tanggul yang mulai mengalami pengikisan sehingga tidak mampu menahan debit air saat hujan deras terjadi.

“Kondisi tanggul di beberapa titik sudah mengalami penipisan, sehingga ketika debit sungai meningkat air langsung meluap ke permukiman warga,” katanya.

Baca Juga:  Banjir Rendam Dua Desa di Kasimbar, 129 KK Terdampak

Saat ini pemerintah daerah memprioritaskan distribusi bantuan logistik serta penanganan tanggul sungai menggunakan alat berat guna mengantisipasi banjir susulan.

BPBD Parigi Moutong juga masih melakukan pendataan terhadap kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, balita, lansia, dan penyandang disabilitas yang berada di lokasi terdampak.

“Hingga sekarang belum ada laporan korban jiwa. Namun proses kaji cepat masih terus dilakukan karena beberapa titik genangan belum sepenuhnya surut,” ungkap Rivai.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor agar tetap waspada, mengingat wilayah Parigi Moutong masih berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan.

“Kami meminta masyarakat segera melapor apabila terjadi peningkatan debit air maupun tanda-tanda longsor di sekitar permukiman,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *