Example floating
Example floating
Parigi Moutong

ADUJAKNAS 2026, Hestiwati Dorong Remaja Parimo Perluas Wawasan dan Kreativitas

×

ADUJAKNAS 2026, Hestiwati Dorong Remaja Parimo Perluas Wawasan dan Kreativitas

Sebarkan artikel ini
Bunda GenRe Kabupaten Parigi Moutong, Hestiwati Nangacara, bersama rombongan hadiri penutupan Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas GenRe Nasional (ADUJAKNAS) Tahun 2026. ASET: IST

PARIGI MOUTONG, KUTORA.ID – Peran generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan sosial menjadi perhatian Bunda Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga. Pesan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri rangkaian penutupan puncak Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas GenRe Nasional (ADUJAKNAS) 2026 yang berlangsung di Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Jakarta Timur, 21–22 September 2026.

Mengusung tema “Gen Z Impact: Gerak Nyata untuk Indonesia”, ADUJAKNAS 2026 menjadi ruang pertemuan bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk bertukar gagasan, memperkenalkan kreativitas, serta berbagi praktik baik terkait pembangunan keluarga dan penguatan ketahanan remaja.

Kegiatan nasional tersebut diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama Forum GenRe Indonesia. Pelaksanaannya juga mengacu pada Keputusan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 200/KEP/F2/2026.

Baca Juga:  MoU Pemkab Parimo-BPN Resmi Ditandatangani, Sembilan Program Jadi Prioritas Bersama

Hestiwati Nanga menilai keterlibatan daerah dalam forum nasional seperti ADUJAKNAS memiliki arti penting dalam memperluas wawasan sekaligus membangun kepercayaan diri remaja untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

“Kehadiran kita dalam forum nasional ini merupakan bentuk komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam mendukung tumbuh kembang remaja yang berkualitas. Kita ingin memastikan para remaja di Parigi Moutong dapat mengambil bagian aktif dalam gerakan perubahan positif ini,” ujar Hestiwati.

Menurutnya, penguatan Program GenRe perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memberikan ruang yang cukup kepada remaja untuk menyampaikan gagasan dan mengembangkan potensi. Pembinaan juga harus mampu menjawab persoalan yang dihadapi generasi muda di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi.

Ia menyebut sejumlah isu perlu menjadi perhatian dalam pembinaan remaja, di antaranya pencegahan perkawinan anak, kesehatan mental, pemanfaatan media digital secara bijak, peningkatan literasi serta pengembangan kepemimpinan.

Baca Juga:  Peringati Hari Kunjung Perpustakaan, Dispusaka Parimo Gelar Lomba Ranking 1

Hestiwati menegaskan bahwa remaja tidak cukup hanya menjadi penerima program. Mereka perlu diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang ada di lingkungan masing-masing.

“Generasi muda Parigi Moutong harus siap menjadi agen perubahan (agent of change). Dengan membentengi mereka dari risiko pernikahan dini dan membekali kemampuan literasi digital serta karakter yang kuat, kita sedang menyiapkan SDM unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama ADUJAKNAS 2026 dapat dibawa pulang dan dikembangkan di Kabupaten Parigi Moutong. Para peserta diharapkan mampu membagikan pengetahuan, kreativitas dan pengalaman yang diperoleh kepada remaja lainnya.

Menurutnya, proses tersebut penting agar semangat GenRe tidak hanya berkembang di tingkat kabupaten, tetapi juga menjangkau kelompok-kelompok remaja hingga ke desa dan kecamatan.

Baca Juga:  Bentuk Generasi Sehat dan Terencana, Pemerintah Parigi Moutong Kukuhkan Ayah Bunda Genre

Hestiwati juga mendorong agar jejaring GenRe di Parigi Moutong terus diperkuat. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas remaja dan berbagai pemangku kepentingan dinilai diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Dengan penguatan tersebut, Program GenRe diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencegahan berbagai risiko yang dihadapi remaja, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang percaya diri, produktif, berkarakter dan memiliki kemampuan untuk berkontribusi bagi daerah.

Keikutsertaan Parigi Moutong dalam ADUJAKNAS 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperluas gerakan pembinaan remaja. Pemerintah daerah berharap semangat dan praktik baik dari forum nasional tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *