Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahParigi MoutongRagamReligiSosial BudayaSulawesi Tengah

Erwin Burase: Bangun Empati untuk Anak Yatim

×

Erwin Burase: Bangun Empati untuk Anak Yatim

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase santuni anak yatim. ASET: IST.

KUTORA.ID, Parigi Moutong – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H, Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim piatu pada kegiatan yang digelar di halaman Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Desa Beringin Jaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Minggu, 13 Juli 2025.

Acara yang berlangsung penuh kekhidmatan dan kehangatan ini menjadi momen reflektif sekaligus ajang mempererat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Kehadiran Bupati di tengah-tengah warga disambut antusias, terutama oleh para anak yatim yang menerima langsung perhatian dan kasih sayang dari pimpinan daerah.

Baca Juga:  Banggai Jadi Rujukan Nasional, Tana Tidung Pelajari Strategi PI 10%

Dalam sambutannya, Bupati Erwin menekankan pentingnya membangun empati dan kepedulian terhadap anak-anak yatim, sebagai wujud nyata dari nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman yang luhur.

“Anak-anakku sekalian yang saya cintai, kalian adalah anak-anak hebat, tangguh, dan penuh potensi dan yakinlah bahwa masa depan kalian tetap terbuka luas dan penuh harapan. Tetap semangat belajar, rajin beribadah, dan terus berusaha meraih cita-cita. Selalu tanamkan dalam diri kalian tekad yang kuat, serta dengan kesungguhan, doa, dan kerja keras, kalian bisa menjadi generasi yang membanggakan, yang kelak akan membawa perubahan masyarakat, dan bangsa,” ujarnya.

Baca Juga:  KPID Sulteng Gelar Anugerah Penyiaran 2023, Ini Pemenangnya

Erwin juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk selalu hadir dan memberikan ruang tumbuh yang layak bagi seluruh anak-anak di Kabupaten Parigi Moutong, termasuk mereka yang kehilangan orang tua.

Ia mengajak seluruh masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga sosial untuk menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin tahunan.

Menurutnya, peringatan Tahun Baru Islam seharusnya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum membangun kepedulian sosial dan memperkuat nilai-nilai ukhuwah di tengah masyarakat.

agenda rutin dan menjadi inspirasi bagi Desa lain untuk menumbuhkan semangat kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Ketua PGRI Parigi Moutong Terpilih, Gazali Fokus Perjuangkan Guru Honorer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *