KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Pascagempa berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Parigi Moutong pada Selasa (16/6/2026), masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa peristiwa gempa tersebut tidak menimbulkan potensi tsunami.
Penegasan tersebut disampaikan setelah BMKG melakukan analisis terhadap sumber gempa yang diketahui berasal dari aktivitas Sesar Sausu, salah satu sesar aktif bertipe geser (strike-slip) yang berada di daratan Sulawesi Tengah. Karakteristik gempa darat tersebut dinilai tidak memicu deformasi dasar laut yang menjadi penyebab utama terbentuknya tsunami.
BMKG menjelaskan bahwa pusat gempa berada di wilayah daratan sehingga secara ilmiah tidak terdapat mekanisme yang dapat menghasilkan gelombang tsunami.
“Berdasarkan hasil analisis dan pemodelan yang dilakukan BMKG, gempa Magnitudo 6,7 di wilayah Parigi Moutong tidak berpotensi tsunami karena bersumber dari aktivitas sesar geser di daratan,” jelas BMKG.
Seiring beredarnya informasi di media sosial mengenai surutnya air laut setelah gempa terjadi, BMKG turut memberikan klarifikasi agar masyarakat tidak salah menafsirkan fenomena tersebut.
“Kondisi surutnya air laut yang terjadi merupakan fenomena pasang surut normal dan tidak berkaitan dengan tanda-tanda tsunami,” tegas BMKG.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan kebencanaan. Warga diminta hanya merujuk pada sumber resmi pemerintah untuk menghindari penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan.
Selain itu, aktivitas gempa susulan atau aftershock masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Fenomena ini merupakan proses alamiah pelepasan sisa energi setelah terjadinya gempa utama.
“Gempa susulan merupakan hal yang normal terjadi pascagempa besar. Masyarakat diharapkan tetap waspada namun tidak panik,” imbau BMKG.
Untuk menjaga keselamatan masyarakat, BMKG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong mengeluarkan sejumlah imbauan penting. Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa serta memastikan kondisi rumah aman sebelum kembali beraktivitas di dalamnya.
Masyarakat juga diingatkan untuk menerapkan prinsip “saring sebelum sharing” dengan memverifikasi setiap informasi yang diterima melalui kanal resmi pemerintah.
“Pastikan informasi kebencanaan diperoleh dari sumber resmi seperti BMKG maupun BPBD agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” imbau BPBD Parigi Moutong.
Informasi resmi terkait perkembangan situasi kebencanaan dapat diakses melalui website BMKG, aplikasi infoBMKG, maupun layanan BPBD Kabupaten Parigi Moutong melalui Call Center 117 dan WhatsApp 08114180117. Pemerintah berharap masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta saling membantu dalam menghadapi situasi pascagempa.














